Single Focus

Perempuan dan Anak - anak  Jadi Sasaran Begal,  Warga Berharap Polisi lebih Sering Berpatroli 

Dishub Kota Surabaya telah mengembangkan teknologi CCTV itu ke dalam sistem Emergency Call.

Perempuan dan Anak - anak  Jadi Sasaran Begal,  Warga Berharap Polisi lebih Sering Berpatroli 
surya/habibur rohman
Ilustrasi, kebiasaan membawa tas pengendara motor yang asal asalan kadang menjadi incaran orang yang berniat jahat. 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Anak-anak dan perempuan yang selama ini disebut rentan menjadi korban pelaku kejahatan jalanan di Surabaya terbukti. Sejumlah anak dan kaum perempuan termasuk mahasiswa belakangan ini terluka parah karena aksi pelaku kejahatan jalanan ini. 

 Yang bikin miris, Mereka menjadi sasaran aksi jambret dan begal di Surabaya bukan karena berkendara sendirian. Meski sudah dibonceng tukang ojek online tetap saja pelaku nekat menjambret perempuan yang dibonceng ini. 

Yang bikin tidak percaya lagi, aksi jambret jalanan itu dilakukan saat korban sebenarnya juga tidak sendirian. Selain sudah dibonceng laki-laki juga kanan kini mereka ada pengendara lain. Namun pelaku tetap nekat dan membegal korban.

"Ini yang bikin resah. Pelaku makin nekat dan tak takut saat pengendara lain menyaksikan aksinya," tutur Yulyani Dewi, salah satu orang tua yang ikut miris menyimak berita maraknya aksi pelaku kejahatan jalanan di Surabaya.

Salah satu PNS di KPU Jatim ini membayangkan jika aksi itu menimpa pada anaknya atau keluarganya. Tidak saja mengerikan, tapi juga harus menjadi perhatian bersama semua pihak. Tidak hanya polisi yang bertugas tapi juga semua pihak.

"Kami sadar bahwa tidak mungkin petugas polisi mengawasi di semua titik. Namun setidaknya frekuensi patroli oleh polisi ditingkatkan. Setiap saat harus ada polisi keliling," harap mantan Ning Surabaya ini. 

Patroli polisi keliling dalam kondisi saat ini harus terus dilakukan satiap saat. Terutama di jam-jam rawan dan rentan terjadinya aksi begal dan jambret. Setidaknya kehadiran polisi itu bisa mencegah aksi pelaku kejahatan jalanan. 

Polisi datang dan melintas di jalan pun, itu sudah membuat nyaman warga. Meski yang melintas itu hanya sekadar kendaraan petugas yang lalu lalang. Selama ini frekuensi petugas patroli ini masih dinilai kurang.

 "Akan lebih senang dan bikin nyaman kalau petugas keamanan lebih sering patroli dan hadir dekat di tengah-tengah warga. Saya tak tahu apakah pelaku memanfaatkan kelengahan kita semua," tambah Yulyani. 

Namun, tidak boleh selamanya menggantungkan pada peran petugas polisi. Tindakan preventif dan mencegah agar diri kita dan anak perempuan kita tidak menjadi sasaran pelaku kejahatan jalanan juga diperlukan. Sebab pelaku akan mengincar korban yang secara penampilan berpotensi menggoda pelaku.

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help