Press Release

HIPMI Jatim Bantu Pasarkan Produk Unggulan Pengusaha Muda Hingga ke Eropa

HIPMI Jatim membantu para pengusaha muda di Jatim yang baru memulai usahanya utnuk mengenalkan produknya ke Eropa.

HIPMI Jatim Bantu Pasarkan Produk Unggulan Pengusaha Muda Hingga ke Eropa
ist
Ketua Umum HIPMI Jatim, dr Mufti Anam saat memberikan paparan produk unggulan karya pengusaha muda yang disiapkan untuk ditawarkan ke pasar Eropa. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur terus berupaya mengangkat produk-produk unggulan para pebisnis pemula asal Jatim. Delegasi pengusaha muda Jatim pun mengikuti misi promosi dagang ke Eropa.

“Seperti sebelumnya, fokus kami adalah produk-produk pengusaha muda di Jatim yang mayoritas adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa semakin memperluas pasar, salah satunya ke Eropa,” kata dr Mufti Aimah Nurul Anam, Ketua Umum HIPMI Jatim, Senin (6/8/2018).

Langkah itu direalisasikan dengan keberangkatan empat delegasi HIPMI Jatim mengikuti misi bisnis dan dagang ke Eropa. Misi yang diinisiasi Badan Pengurus Pusat HIPMI itu juga diikuti perwakilan pengusaha muda dari seluruh provinsi di Indonesia.

Para delegasi pengusaha muda itu mempromosikan produk unggulan daerahnya, mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, sampai kriya.

Salah satu pertemuan yang digelar adalah dengan Duta Besar Indonesia untuk Perancis Hotmangaraja Panjaitan di Kedutaan Besar Republik Indonesia. Duta besar didampingi sejumlah jajarannya, termasuk atase perdagangan Indonesia di Perancis.

Mufti mengatakan, Perancis adalah negara yang industrinya sangat kuat, bahkan termasuk yang paling kompetitif di dunia. Perancis telah mencanangkan proram pembangunan industrinya dengan nama Industries du Futur, seperti halnya di Jerman dengan program Industrie 4.0 dan China dengan konsep China Manufacturing 2025.

“Dengan daya saing yang kuat itu, para pengusaha muda tentu harus belajar banyak. Dan tentu kami sangat gembira jika ada kerja sama antara stakeholder di Perancis dan HIPMI," jelas Mufti.

Misalnya dengan workshop yang menghadirkan praktisi industri Perancis, atau membikin industry visit berkala di Perancis yang melibatkan anak-anak muda Indonesia.

Selama ini, neraca perdagangan Indonesia dan Perancis masih defisit. Tahun 2016, Ekspor Perancis ke Indonesia senilai 2,91 miliar euro, dan impor sebesar 1,03 miliar euro. Tapi tentu ini tidak bisa dikatakan Indonesia buruk karena mayoritas impor Indonesia dari Perancis adalah pesawat terbang dan komponennya yang memang belum bisa diproduksi dalam skala ekonomi di Indonesia.

“Dari misi promosi dagang ke Eropa inilah kita bisa menggali banyak potensi ekspor dan tren yang dibutuhkan pasar Eropa, termasuk Perancis. Informasi pasar ini langsung kami distribusikan ke teman-teman pengusaha muda di Jatim, sehingga kita bisa berkontribusi ke peningkatan ekspor,” pungkas Mufti.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved