Citizen Reporter

Harapan Baru pada Eceng Gondok

Ibu-ibu PKK dan karang taruna dilatih cara memotret dengan baik, khas, dan bertema unik disertai kata-kata atau caption unik di sosial media.

Harapan Baru pada Eceng Gondok
ist

Konsep back to nature atau kembali ke alam adalah konsep yang sedang marak dan menggema saat ini. Slogan itu memiliki tujuan imbauan pada khalayak dalam memanfaatkan potensi alam yang selama ini dianggap tidak bernilai.

Itu kemudian menjadi dasar diadakannya pelatihan dan pendampingan dari dosen serta beberapa mahasiswa STKIP PGRI Jombang di Desa Bandungrejo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.

Daerah itu memiliki potensi berupa tanaman eceng gondok yang melimpah di perairannya. Tanaman itu kurang menguntungkan dalam segi ekosistem perairan, tetapi ternyata memiliki nilai ekonomi tinggi ketika diolah menjadi seni kriya.

Kegiatan itu merupakan bentuk pengabdian masyarakat disertai bertukar ilmu dalam optimalisasi potensi desa serta bisnis. Diharapkan, ada manfaat berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat.

Kegiatan itu difokuskan pada ibu-ibu PKK dan karang taruna desa karena mereka memiliki jiwa semangat berkarya yang tinggi. Idham, salah satu pemateri mengenai motivasi bisnis yang juga bendahara dari Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI).

Selain tim HIPSI, acara ini juga dihadiri Suliadi, pendiri Banyu Putih Art di Mojokerto. Ia berdedikasi pada karya berbahan dasar eceng gondok.

Pada pelatihan yang dilakukan selama beberapa hari itu, pemateri hadir sekaligus menjadi mentor (pembimbing). Itu membuat pelatihan berkelanjutan.

“Saya bersemangat dengan adanya bimbingan ini. Ini sangat berguna karena bahan dasar dapat diperoleh dengan mudah,” kata salah satu warga yang mengikuti serangkaian acara.

Sabtu pagi (4/8/2018) di Balai Desa Bandungrejo, ibu-ibu PKK dan karang taruna membawa hasil seni kriya berbahan dasar eceng gondok berupa beragam bentuk tas dan sandal. Mereka dibekali mengenai strategi pemasaran via online oleh Naf, pendiri @naf_painting.

Selain itu, mereka dilatih cara memotret dengan baik, khas, dan bertema unik. Tidak hanya itu, peserta juga dibimbing untuk upload foto-foto karya kerajinan eceng gondok disertai kata-kata atau caption unik di sosial media.

Dengan sikap positif untuk terus berkarya dan berbisnis dalam bidang itu, barangkali suatu saat karya dari eceng gondok dapat menjadi ikon atau oleh-oleh khas Desa Bandungrejo.

Farihatun Nafiah
Penulis dan Peneliti
Sarjana Biologi UINSA
farihatunnafiah01@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help