Berita Arema

Penonton Masuk Sentel Ban, Arema FC Berharap Tak Kena Sanksi Besar

Tercatat jumlah penonton yang hadir sejumlah 44.912 penonton. Namun, membludaknya penonton maka jumlah penonton dipredikisi melebihi dari total tiket.

Penonton Masuk Sentel Ban, Arema FC Berharap Tak Kena Sanksi Besar
SURYAOnline/hayu yudha prabowo
Aremania membeludak hingga ke sentel ban pada laga Arema FC menjamu Persija Jakarta, Minggu (5/8/2018) malam. 

SURYA.co.id | MALANG - Pertandingan antara Arema FC menjamu Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Minggu (5/8/2018) sedikit ternoda. Selain hasil imbang 1-1, panpel tim Singo Edan terancam denda besar.

Hal itu setelah ribuan suporter memasuki sentel ban sebelum pertandingan. Bahkan akibat kejadian tersebut, kick off pertandingan harus tertunda sekitar 20 menit lantaran situasi kuarang kondusif. Namun, setelah diarahkan menuju beberapa tribun yang masih kosong dan mendapat jaminan keamanan, akhirnya pertandingan baru bisa dilaksanakan.

Tercatat jumlah penonton yang hadir sejumlah 44912 penonton. Namun dari membludaknya penonton maka jumlah penonton dipredikisi melebihi dari total tiket yang terjual.

Menanggapi hal itu, ketua panpel Arema FC, Abdul Haris membantah adanya kebocoran tiket. Membludaknya penonton hingga memasuki sentel bam tak lepas dari sulitnya akses masuk melalui pintu reguler. Hal itupun menyebabkan panpel coba memberikan jalan dengan melewatkan jalur lain. Namun ternyata hal itu, membuat suasana menjadi tak kondusif.

"Ternyata apa yang kami upayakan tidak berjalan maksimal. Lantaran pintu masuk ke tribun berdiri tertutup oleh spanduk yang dipasang oleh Aremania maupun Jackmania," ucapnya usai pertandingan.

Lebih lanjut, Abdul Haris menyebut bahwa panpel sudah memprediksi sebelumnya bahwa penonton akan membludak. Tetapi panpel tidak menduga bahwa membludaknya penonton sampai masuk ke sentel ban.

Di luar itu semua, penundaan kick off hingga masuknya penonton ke sentel ban membuat Arema FC terancam denda. Bahkan, mungkin saja denda besar bisa dijatuhkan atas pelanggaran tersebut. Menganggapi hal itu, Abdul Haris berharap kalaupun ada hukuman denda bisa jauh lebih kecil.

"Kami dari panpel tentu berharap kalau memang ada denda kalau bisa sekecil-kecilnya. Karena apa yang terjadi hari ini diluar dugaan kami. Tetapi yang pasti ini jadi bahan evaluasi kami untuk kedepanya," pungkasnya.

Penulis: Alfi Syahri Ramadan
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help