Berita Ekonomi

Mitra Driver dari Perusahaan Aplikasi Ojek Gobackae Jadi Peserta Mandiri BPJS Ketenagakerjaan

750 driver yang menjadi mitra ojek online dan mobil online dengan nama Gobackae, didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Mitra Driver dari Perusahaan Aplikasi Ojek Gobackae Jadi Peserta Mandiri BPJS Ketenagakerjaan
SURYAOnline/sri handi lestari
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Darmo, Poedji Santoso (nomor dua dari kiri) saat menyerahkan kepesertaan BPJS bagi mitra Gobackae di Surabaya, Minggu (4/8/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sekitar 750 driver yang menjadi mitra ojek online dan mobil online dengan nama Gobackae, didaftarkan sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dari Kantor Surabaya Darmo.

Langkah itu dilakukan setelah PT Gobackku Bersinar Terang (GBT), perusahaan aplikasi dari Gobackae, yang berdiri dan berkembang di kota Surabaya, melakukan penandatangan kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo, Minggu (5/8/2018).

Dalam penandatangan MoU tersebut, jika terjadi kecelakaan kerja yang menimpa driver online Gobackae. Semua biaya pengobatan di rumah sakit akan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan sampai sembuh, berapapun nominalnya alias tanpa batas maksimal.

Direktur Operasional Gobackae, Siswanto, mengatakan, dari 750 driver online Gobackae yang di daftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, terdiri atas 650 driver roda dua dan 100 driver roda empat.

"Untuk sementara mereka masuk kepesertaan untuk dua program. Yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM)," jelas Siswanto, usai penandatangan MoU bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo, Poedji Santoso di kawasan Surabaya Utara.

Saat ini total mitra driver Gobackae menurut Siswanto ada 1.500 mitra. Namun masih 50 persen yang didaftarkan. Pihaknya menjanjikan yang belum menjadi peserta ditargetkan bisa segera menjadi peserta.

"Kami terus sosialisasi dan edukasi serta melakukan pembicaraan yang lebih dengan yang belum. Selain itu kami juga siapkan pengembangan bisnis di Sidoarjo, Lamongan dan Gresik,” ungkap Siswanto.

Sementara Poedji Santoso menambahkan, sebelum dengan Gobackae, pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM) DPW Surabaya sejak satu tahun terakhir. GMDM merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang merupakan induk dari perusahaan Gobackae.

"Potensi mitra Gobackae dan GMDM cukup besar untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan pada sektor pekerja Bukan Penerima Upah (BPU)," kata Poedji.

Dalam kesempatan itu, Peodji juga mengungkapkan tentang perisai di wilayah Surabaya Darmo yang saat ini ada dua dengan tujuh agen yang mampu mendampingi 500-600 tenaga kerja BPU.

“Dengan kerjasama ini, ada tambahan 2 perisai dan 5 agen baru lagi. Di semester II/2018 ini kita fokus penambahan kepesertaan ke sektor pekerja BPU,” tambah Poedji.

Untuk jumlah pekerja sektor BPU di BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo hingga saat ini mencapai sekitar 10.000 tenaga kerja. Sedangkan target hingga akhir tahun sebanyak 18.000 tenaga kerja BPU.

“Kami optimis mampu mengejar 8.000 pekerja BPU. Karena kedepan kami juga akan melakukan kerjasama serupa dengan pihak perbankan,”tandas Poedji.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help