Berita Sidoarjo

Lapindo Perpanjang Kontrak Pengeboran hingga 2040, Bupati Sidoarjo: Itu Kewenangan Pemerintah Pusat

Tragedi semburan lumpur di Sidoarjo akibat pengeboran oleh Lapindo Brantas sudah 12 tahun dan tak kunjung terselesaikan.

Lapindo Perpanjang Kontrak Pengeboran hingga 2040, Bupati Sidoarjo: Itu Kewenangan Pemerintah Pusat
surya/irwan syairwan
Pengunjung memanfaatkan kawasan lumpur Lapindo sebagai obyek foto. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Tragedi semburan lumpur di Sidoarjo akibat pengeboran oleh Lapindo Brantas sudah 12 tahun dan tak kunjung terselesaikan.

Namun, pemerintah tetap mengizinkan Lapindo Brantas Inc melakukan pengeboran. Bahkan yang terbaru ini perusahaan tersebut juga diperpanjang kontraknya untuk mengelola blok Brantas selama 20 tahun terhitung sejak tahun 2020.

Artinya Lapindo bakal terus melakukan eksplorasi di Sidoarjo sampai tahun 2040 mendatang.

"Kewenangan perpanjangan kontrak dan sebagainya itu wewenang pusat," jawab Bupati Sidoarjo Saiful Ilah saat dikonfirmasi terkait hal ini.

Namun, Bupati berharap agar dalam menjalankan kegiatannya Lapindo selalu menaati semua prosedur yang ada, serta mempertimbangkan berbagai hal supaya peristiwa semburan lumpur tidak terulang di Sidoarjo. Tidak asal ngebor.

Saiful Ilah juga berharap agar Lapindo tidak melakukan pengeboran di dekat perkampungan. "Itu sebagai antisipasi agar kejadian serupa (semburan lumpur) tidak terulang," tandasnya.

Di sisi lain, Mahmud selaku Ketua Pansus Lumpur Lapindo di DPRD Sidoarjo mengatakan bahwa pemerintah seharusnya melihat korban lumpur. Karena ampai saat ini, masih banyak yang belum mendapatkan ganti rugi dalam peristiwa semburan lumpur Lapindo.

Seperti diketahui, ada 14 desa dan kelurahan yang tenggelam akibat semburan lumpur Lapindo. Warga yang menjadi korban juga belum semua mendapat ganti rugi. Setidaknya masih ada 294 berkas yang belum terbayar ganti ruginya.

Sampai 12 tahun, semburan yang terjadi sejak 2006 itupun belum berhasil dihentikan. Berbagai teknik digunakan, tetap saja lumpur terus keluar. Dan karena tak kunjung teratasi, lumpur dialirkan ke Kali Porong hingga sekarang.

Presiden Direktur Lapindo Brantas Inc, Faruq Adi Nugroho, sebagaimana dikutip tribunnews.com, memastikan pihaknya telah mengantisipasi agar kejadian menyemburnya lumpur panas Lapindo tidak lagi terjadi.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved