Single Focus

Hindari Penjambretan, Masukkan Tas dalam Jaket

Pernah dijambret pastinya menimbulkan trauma bagi seseorang. Hal ini juga dialami Endri Lestari saat melewati Jalan Blauran.

Hindari Penjambretan, Masukkan Tas dalam Jaket
SURYAOnline/ahmad zaimul haq
Ilustrasi seorang jambret diminta mempraktikkan cara menjarah motor. 

SURYA.co.id | SURABAYA  - Pernah dijambret pastinya menimbulkan trauma bagi seseorang. Hal ini juga dialami Endri Lestari saat melewati Jalan Blauran untuk pulang ke rumahnya usai bekerja.

"Saat itu sudah pukul 9 malam, jadinya lumayan sepi,"ungkapnya mengenang kejadian 3 tahun lalu tersebut.

Menurutnya seseorang mengendarai motor menarik tas yang ia gunakan dari samping hingga ia terjatuh. Ia pun tak sempat melawan ataupun melihat pelaku tersebut.

"Saya jatuh sampai bibir saya sobek, saya bangun sudah di mobil polisi,"ujar pegawai swasta tersebut.

Menurutnya, jambret tersebut berhasil membawa tas miliknya yang berisi dompet dan make up. Sementara motor miliknya tidak sempat dibawa jambret.

"Trauma pastinya sekarang kalau bawa tas selalu saya masukin jaket biar nggak ketarik,"urainya.

Menurutnya peristiwa jambret yang masih sering terjadi membuat kerap was-was saat harus pulang malam. Sayangnya tidak banyak yang bisa ia lakukan selain mengamankan barangnya agar tidak menarik perhatian.

"Tetap harus kerja dan melanjutkan aktivitas, jadi nggak bisa cari alternatif lain,"urainya.

Hal serupa diungkapkan Anggita (35), warga Banyu Urip yang sempat menjadi korban penjambretan di awal tahun saat melintas di kawasan Merr sepulang kerja.

"Kendaraan saat saya pulang memang agak sepi, ada beberapa motor. Termasuk motor yang dibelakang saja,"lanjutnya

Ia mengungkapkan sempat melihat pelaku  yang memakai helem tropong dan sepeda motor laki-laki. Saat pelaku yang berboncengan itu merebut tasnya, ia sempat menarik tasnya hingga tali tasnya putus dan ia jatuh tertimpa motornya.

"Nggak sempat ngejar, nggak berani juga,"ujarnya.

Tapi, korban berusaha mempertahankan tas muliknya yang ditarik pelaku. Tarik menarik pun terjadi sampai tali tas miliknya putus, tapi bisa dipertahankan korban.

Hal ini membuatnya mengubah rute perjalanan untuk lewat daerah pemukiman yang ramai, atau meminta salah satu anggota keluarganya menjemputnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help