Single Focus

Dijambret di Manyar Kertoarjo, Mukti kini Trauma dengar Suara Motor Besar

Penjambretan tersebut terjadi pada Januari 2015, ketika Mukti sedang menjadi mahasiswi semester 3 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya.

Dijambret di Manyar Kertoarjo, Mukti kini Trauma dengar Suara Motor Besar
SURYAOnline/ahmad zaimul haq
Ilustrasi seorang jambret diminta mempraktikkan cara menjarah motor. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Ketika mendapat telepon dari Mukti (24), Hanum sedang bersantai di rumah. Ia terkejut ketika mendengar anaknya bercerita dirinya sedang berada di kantor polisi, dan baru saja menjadi korban penjambretan.

“Saya kaget, tapi berusaha tetap tenang. Saya takut kalau saya panik, nanti anak saya ikut panik,” tutur ibu dua anak tersebut, Minggu (5/8/2018).

Penjambretan tersebut terjadi pada Januari 2015, ketika Mukti sedang menjadi mahasiswi semester 3 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya.

Kepada Hanum, Mukti menyebut dirinya habis dijambret di daerah Manyar Kertoarjo, dan kini sedang berada di Polsek Gubeng, dekat Kebun Bibit.

“Saya tenangkan, saya bilang ‘namanya juga musibah’. Lalu saya arahkan untuk segera membuat laporan. Yang penting segera lapor,” ujarnya.

Siang itu sekitar pukul 14.00, Mukti dan temannya sedang dalam perjalanan menuju daerah East Coast, untuk belajar bersama di rumah teman.

Mukti mengendarai motor Vario hitam, sedangkan temannya di belakang mengendarai mobil.

Ketika mendekati McDonald’s Manyar Kertoarjo, dengan cepat seorang pria berjaket hitam, helm teropong hitam, dan menaiki motor Ninja putih tanpa plat nomor mendekati Mukti, lalu dengan mudahnya mengambil tas ransel Mukti menggunakan tangan kirinya.

Tas ransel berwarna oranye tersebut sebelumnya ditaruh Mukti di tengah-tengah kakinya.

Tasnya berisi laptop, gawai, dompet, surat-surat penting, serta buku kuliahnya.

Halaman
123
Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved