Berita Gresik

Premi Asuransi Jiwa Tak Cair meski telah Berakhir Masa Kontrak, Bumiputera Gresik Alasan Begini

Warga Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Kecamatan Manyar berbulan-bulan menunggu pencairan premi dari asuransi Bumiputera tak cair.

Premi Asuransi Jiwa Tak Cair meski telah Berakhir Masa Kontrak, Bumiputera Gresik Alasan Begini
SURYAOnline/Sugiyono
BUMIPUTERA - Anggota PP Kabupaten Gresik mendampingi Sumamik menanyakan cairnya uang premi di Bumiputera , Jumat (3/8/2018). 

SURYA.co.id | GRESIK - Sumamik warga Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Kecamatan Manyar berbulan-bulan menunggu pencairan premi dari asuransi Bumiputera yang sudah selesai masa kontraknya.

Dia meminta premi asuransinya segera cair di Cabang Bumiputera Gresik, tetapi tidak mendapat kejelasan kapan premi itu cair. Pengajuan premi tersebut diakui sudah sejak 5 Juli 2018, namun hingga akhir bulan belum dapat pencairan dana.

"Padahal seharusnya dapat cairan dana asuransi itu sekitar dua Minggu, tapi akhirnya sampai akhir bulan Juli belum mendapat cairan uang premi," kata Sumamik, saat meminta pendampingan kepada Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Gresik Lailatul Qodri, Jumat (3/8/2018).

Lebih lanjut Janda anak satu ini mengatakan bahwa uang tersebut akan digunakan untuk persiapan haji, sehingga sangat ditunggu-tunggu pencariannya dari asuransi Bumiputera.

"Saya sudah ajukan sejak beberapa bulan kemarin. Kemudian dapat balasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang ditandatangani Deputi Direktur Pengawasan LJK 4 dan Perizinan Kuswandono," imbuhnya.

Lailatul Qodri mengaku dari mediasi dengan pimpinan cabang Bumiputera Gresik bahwa saat ini Bumiputera sedang dalam pengawasan OJK sehingga semua transaksi harus diketahui dan disetujui oleh OJK.

"Tapi seharusnya soal pencairan premi asuransi jiwa yang sudah berakhir harus langsung dicairkan. Tidak menunggu berbulan-bulan seperti ini," kata Qodri.

Lebih lanjut Qodri mengatakan bahwa walaupun saat ini Bumiputera Cabang Gresik sedang ditangani OJK, tapi masih menerima nasabah.

"Seharusnya nasabah sudah akhir premi diselesaikan dulu," katanya.

Sementara Kepala Cabang Bumiputera Gresik  Agus Winarto mengatakan bahwa saat ini Bumiputera memang dalam pengawasan OJK.

"Jadi seluruh permintaan nasabah harus diketahui oleh OJK," kata Agus.

Menurut dia seluruh nasabah se-Kabupaten Gresik 7.000 orang. Namun yang mengajukan klaim pencairan asuransi sekitar 200 orang.

"Saat ini kita sudah mengajukan pencairan ke pusat tapi belum ada tanggapan dari OJK," pungkasnya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved