Berita Banyuwangi

Motif Pelaku Percobaan Pembunuhan Lurah di Banyuwangi untuk Promosi Jabatan? Ini Kata Sekda

Terkait pengakuan tersebut, Pemkab Banyuwangi merespon, itu adalah upaya penipuan pada korban.

Motif Pelaku Percobaan Pembunuhan Lurah di Banyuwangi untuk Promosi Jabatan? Ini Kata Sekda
surya/haorrahman
Djajat Sudrajat, Sekretaris Daerah Banyuwangi. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Kasus perampokan dan percobaan pembunuhan Lurah Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Wilujeng Esti Utami, kian menggelinding. Ini menyusul pengakuan dari tersangka, Agus Siswanto, yang menyebut uang tersebut diperuntukkan untuk menyuap tokoh agama di Banyuwangi agar Bu Lurah bisa promosi jabatan.

‎Berdasarkan pengakuan Agus, uang itu digunakan untuk memuluskan jalan mendapat jabatan sebagai camat.

"Saya diminta tolong untuk mengantar Bu Lurah ke Gus Makki (Ketua PCNU), minta memuluskan promosi sebagai camat," ujar Agus.

Namun di tengah jalan, Agus mengaku tergiur untuk memiliki uang Rp 60 juta yang dibawa korban yang rencananya akan diserahkan ke Gus Makki. Agus menganiaya korban hingga tak berdaya. Setelah itu, Agus membuang korban ke sungai.

"Waktu itu spontan saja. Langsung saya pukul. Tidak ada rencana untuk membunuh. Pistol mainan yang saya gunakan hanya untuk menakuti. Itu sudah lama di mobil saya," katanya.

Terkait pengakuan tersebut, Pemkab Banyuwangi merespon, itu adalah upaya penipuan pada korban.

”Sejak awal manajemen birokrasi di Banyuwangi dibangun berbasis prestasi. Jadi saya tegaskan sekali lagi kepada seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat, jangan percaya bila ada orang yang mengatakan bisa membantu promosi jabatan di Banyuwangi,” tegas Sekretaris Daerah Banyuwangi, Djajat Sudrajat, Sabtu (4/8/2018).

Djajat menyatakan, saat ini tim Inspektorat sebagai pengawas internal sedang bergerak melakukan penelusuran terhadap pengakuan sepihak dari tersangka kasus percobaan pembunuhan dan perampokan yang terjadi pada 31 Juli malam itu.

"Garisnya jelas, tidak ada promosi jabatan berdasarkan kompensasi tertentu. Tapi jika ada oknum ASN yang ikut menjanjikan sesuatu kepada pihak-pihak tertentu, akan langsung ditindak sesuai disiplin ASN. Sanksi-nya bisa pidana. Silakan laporkan pada kami,” kata Djajat.

Agus kini telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Berdasarkan penelusuran polisi, ternyata Agus merupakan seorang residivis yang pernah divonis bersalah karena kasus penipuan pada 2015.

Djajat menambahkan, dari pengakuan sepihak tersebut, sebaiknya semua mengambil pelajaran bahwa tak akan mungkin bisa promosi jabatan dilakukan berdasarkan kompensasi tertentu, apalagi sampai mencatut nama tokoh masyarakat.

”Jadi jangan tertipu. Ini kan ada tokoh masyarakat, dicatut namanya oleh seseorang, lalu nama tokoh itu dijual ke lurah. Ya pasti tidak akan bisa karena birokrasi ini manajemen berbasis prestasi,” ujar Djajat.

Penulis: Haorrahman
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved