Berita Gresik

Sambang ke Guru dan Santri Ponpes Ihyaul Ulum, Khofifah Dorong Santri Jadi Pakar STEM

Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa memberikan motivasi pada santri di Pondok Pesanten Ihyaul Ulum Gresik.

Sambang ke Guru dan Santri Ponpes Ihyaul Ulum, Khofifah Dorong Santri Jadi Pakar STEM
SURYAOnline/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa memberikan motivasi pada santri di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik, Jumat (3/8/2018) malam. 

SURYA.CO.ID | GRESIK - Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa memberikan motivasi pada santri di Pondok Pesanten Ihyaul Ulum Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik, Jumat (3/8/2018) malam.

Para santri yang diasuh oleh Kiai Mahfud Ma'sum itu diberikan motivasi tentang mencari ilmu dan menggapai cita-cita. Khofifah mengatakan di tahun 1992 lalu, saat ia akan lulus kuliah, Khofifah diberikan tiga formulir oleh Partai Persatuan Pembangunan.

Khofifah disodori tiga formulir menjadi anggota dewan tingkat kabupaten kota, anggota dewan tingkat provinsi, dan anggota DPR RI. Saat itu Khofifah sempat merasa tidak pantas dan ingin menolak hingga ia berkonsultasi ke ibu nyainya.

"Akhirnya saya mengambil formulir untuk menjadi DPR RI. Saat itu saya berusia 26 tahun dan sudah jadi anggota DPR. Di usia 27 tahun saya sudah menjadi ketua komisi sekaligus ketua fraksi di DPR RI," kata Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah memotivasi agar para santri di Ponpes Ihyaul Ulum mampu memiliki kiprah di kancah nasional. Kalau bisa bahkan seperti dirinya yang empat kali menjadi anggota DPR RI, dua kali menjadi menteri dan kini menjadi gubernur.

"Saat inu dunia sedang membutuhkan STEM, yaitu ilmu science, technology, engeneering and math. Saya berharap ke depan ada para pakar STEM dari kalangan pesantren, agar tetap bisa pakar di bidang STEM namun masih tafaqqohu fiddin, menjaga nilai-nilai agama," kata Khofifah.

Sehingg meski insinyur mereka tetap kuat di endidikan agama. Meski sebagai rofesor juga kuat memegang nilai Islam.

Selain iti Khofifah juga menyarankan para santri untuk mengambil keilmuan keuangan Islam atau Islamic Finance. Sebab saat ini di Indonesia belum ada ahli keuangan Islam.

Bahkan diperguruan tinggi juga belum ada yang membuka jurusan keuangan Islam lantaran belum ada guru yang mumpuni mengajarkan keuangan Islam. "Dan uniknya yang menyediakan pendidikan keuangan Islam di dunia yang paling bagus justru di New York," katanya.

Selain bertemu dengan santri, Khofifah juga sowan pada guru masa kecilnya yaitu Nyai Sakinah Ma'sum. Yang tak lain adalah guru yang mengajari Khofifah belajar di rumah saat malam.

Pada Surya, Sakinah mengatakan dari kecil Khofifah memang sudah berbeda. "Dari sikapnya, dari caranya menghadapi maslaah, mengerjakan pelajaran sekolah, Khofifah kecil itu cerdas," kata Sakinah.

Ia mengaku bangga murid kecilnya dulu k]ni sudah menjadi sukses. Yang paling ia ingat Khofifah kecil sudah dikenal sebagai anak yang sopan dan hormat pada siapa saja, terutama pada gurunya.

"Saya sangat bangga. Khofifah mampu menjadi orang yang dibanggakan dan bermanfaat bagi masyarakat, dan bangsa," ucap Sakinah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help