Opini

Pakde Karwo Masuk Bursa Bacawapres Jokowi, Bisa Berpotensi Pindah Parpol

Masuknya Soekarwo dalam bursa cawapres pendamping Jokowi memunculkan peluang mundurknya Soekarwo dari Demokrat. Mungkinkah?

Pakde Karwo Masuk Bursa Bacawapres Jokowi,  Bisa Berpotensi Pindah Parpol
surya/bobby constantine
Meme JokowiKarwo yang beredar di media sosial. 

oleh : Siti Zuhro

Peneliti senior Pusat Penelitian Politik- LIPI

Kami melihat apa yang terjadi terhadap Soekarwo memiliki kemiripan dengan fenomena terhadap Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi atau yang biasa dipanggil Tuanku Guru Bajang (TGB).

Pakde Karwo maupun TGB sama-sama menjabat kepala daerah, sekaligus petinggi partai di daerahnya masing-masing.

Juga, sama-sama memiliki pandangan yang berbeda dengan garis instruksi partai, Partai Demokrat.

Partai Demokrat mendukung Prabowo Subianto. Sedangkan kedua figure ini cenderung mendukung rivalnya, Joko Widodo.

Akibatnya, TGB telah memutuskan keluar dari Partai Demokrat. Pun tidak menutup kemungkinan hal ini juga dilakukan oleh Pakde Karwo.

Apalagi, Pakde Karwo juga bukan kali pertama pernah pindah partai. Terlepas dar alasan Pakde Karwo yang tidak puas dengan keputusan partai.

Sehingga, kami melihat hal ini bisa saja sebagai bentuk persiapan.

Tentu, hal ini ada dampak positif maupun negatifnya. Namun, dengan adanya berbagai persiapan ini tentu beliau sedang melakukan hitung-hitungan. Hal ini merupakan pertimbangan subjektif.

Namun, menurut saya sebagai salah satu kader partai politik sebaiknya beliau kembali memikirkan keputusan pusat. Sebab, sebagai kepanjangan partai memang tugas kader adalah mematuhi instruksi pusat.

Internal partai seharusnya memiliki mekanisme untuk mewaspadai berbagai gejolak itu. Sebab, perbedaan di internal partai politik yang wajar dilakukan oleh seorang kader. 

Baca: Begini Reaksi Parpol di Jatim terkait Potensi Pakde Karwo Jadi Cawapres Jokowi

Baca: Masuk Bursa Cawapres Jokowi, Pakde Karwo Mengaku Sering Bertemu JK. Agenda Apa?

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help