Berita Tulungagung

Dampak Krisis Air Bersih di Kalidawir Tulungagung, Warga Tidak Mandi Pagi

Kekeringan dan krisis air bersih melanda Kalidawir, Tulungagung. Untuk menghemat air, warga sampai tidak mandi pagi.

Dampak Krisis Air Bersih di Kalidawir Tulungagung, Warga Tidak Mandi Pagi
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Petugas BPBD tengah menyalurkan air bersih dari tanki ke bak penampungan milik warga. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Dampak kekeringan di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung mulai dirasakan masyarakat.

Kekeringan terjadi sejak pertengahan Juni 2018. Sumur-sumur sumber air bersih pelan-pelan mengering.

Ada sekitar 20 keluarga di Dusun Darungan dan 30 keluarga di Dusun Banaran yang terdampak.

Warga biasanya memanfaatkan sumber sejauh 3 kilometer dari permukiman.

Menurut Kepala Dusun Darungan, Samsul Hadi (51) warga harus berangkat sekitar pukul 04.00 WIB untuk mendapatkan air.

Para pekerja juga harus cepat-cepat mandi di lokasi sumber ini, jika tidak mereka akan kesiangan.

“Kalau pagi antrean di sumber mata air itu luar biasa. Makanya yang mau kerja harus datang pagi sekali,” ungkap Samsul.

Baca: Kekeringan Mulai Melanda Kalidawir Tulungagung, BPBD Mengirim Air Bersih

Bagi warga yang tidak punya kepentingan di luar, mereka mengurangi waktu mandi.

Biasanya pagi hari mereka tidak mandi, barulah saat menjelang sore mereka mandi.

Kadang kala warga juga minta bantuan kepada warga yang mempunyai kendaraan pikap, untuk mencarikan air bersih.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved