Berita Madiun

Bupati Madiun Terharu Dapat Kejutan pada saat Pindahan dari Rumah Dinas

Bupati Madiun, Muhtarom yang habis masa kepemimpinannya, mulai 'boyongan' dari rumah dinas. Dia terharu ketika dapat kejutan ini...

Bupati Madiun Terharu Dapat Kejutan pada saat Pindahan dari Rumah Dinas
surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Bupati Madiun, Muhtarom (kanan), dan keluarganya saat mengendarai kereta kuda yang akan memboyongnya ke rumah pribadi, Kamis (2/8/2018) 

SURYA.co.id|MADIUN - Masa jabatan Bupati Madiun, Muhtarom habis pada 3 Agustus 2018.

Kamis (2/8/2018) sore, dia pun mulai meninggalkan Pendopo Muda Graha di Jalan Alun-alun Utara, Kota Madiun, yang sudah ditempatinya selama sepuluh tahun.

Acara pindahan Bupati Muhtarom dari rumah dinas itu dikemas dalam acara budaya Kirab Boyongan. Muhtarom akan mengunggang kereta kuda yang dihias, diiringi arak-arakan kereta hias sebanyak 32 kereta, dari pendopo menuju rumah pribadinya di Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun.

Muhtarom mengaku sangat senang dan terharu, karena mendapat kejutan dari anak buahnya. Ayah dua anak ini tidak menyangka, acara pindahan dibuat semeriah itu.

"Bagi saya ini sangat berarti. Saya merasa dihormati, mendapat apresiasi. Dan saya sangat bangga. Saya pribadi orangnya sederhana, simple gitu aja. Tapi karena ada teman-teman yang menginisasi seperti ini saya sangat menghormati,"kata Muhtarom kepada wartawan.

Ia menuturkan, siang beberapa jam sebelum acara, ia sedang berada di kediamannya, di Dolopo. Tiba-tiba, ia dihubungi dan diminta agar segera ke pendopo.

"Jam setengah satu saya masih di Dolopo, tiba-tiba saya disuruh balik. Ternyata ada surprise. Tentu sangat senang sekali," katanya.

Dia merupakan Bupati Madiun pertama yang dibuatkan acara Kirab Boyongan pada saat pindah dari rumah dinas ke rumah pribadi.

"Kalau dulu Pak Mahendra (bupati sebelumnya) cuma naik kereta, lalu ditarik bersama-sama ke alun-alun, kemudian naik helikopter ke Surabaya," katanya.

Sekda Madiun Tontro Pahlawanto selaku ketua acara, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif seluruh SKPD di Kabupaten Madiun. Selain sebagai wujud apresiasi kepada Muhtarom, sengaja acara pindahan itu dikemas dalam kegiatan budaya, sebagai upaya melestarikan kebudayaan di Madiun.

"Momentum ini merupakan upaya untuk melestarikan kebudayaan. Dan insyallah akan menjadi sebuah pakem," kata Tontro.

Ssbelum diarak, Bupati Madiun juga mengikuti sejumlah ritual penyerahan pataka dan juga pusaka yang terdiri dari dua Keris Kalagumarang, Keris Balenoto, dan pusaka Thundhung Madiun berupan Tombak Kiai Balabar.

Kirab Boyongan juga dihadiri Forkopimda Kabupaten Madiun. Acara berlangsung mengharukan saat para pegawai Kabupaten Madiun menyalami Bupati Muhtarom dan memberikan ucapan selamat jalan.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved