Berita Mojokerto

Warga Desa Adat Sendi Datangi Pemkab Mojokerto Sambil Bawa Arak-arakan Sesaji dan Peti Pusaka

Puluhan warga Desa Adat Sendi ramai-ramai mendatangi Pendopo Pemkab Mojokerto dan kantor DPRD Kabupaten Mojokerto

Warga Desa Adat Sendi Datangi Pemkab Mojokerto Sambil Bawa Arak-arakan Sesaji dan Peti Pusaka
surya/mohammad romadoni
Masyarakat Desa adat Sendi memakai pakaian adat menyambangi Pendopo Pemkab dan DPRD Kabupaten Mojokerto, Rabu (1/8/2018). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Puluhan warga Desa Adat Sendi ramai-ramai mendatangi Pendopo Pemkab Mojokerto dan kantor DPRD Kabupaten Mojokerto, Rabu (1/8/2018).

Kedatangan warga desa adat ini guna mendesak Pemkab dan DPRD Mojokerto supaya mengesahkan Perlindungan dan Pengesahan Masyarakat Hukum Adat Sendi dengan nilai-nilai adatnya yang beradab.

Dalam aksi ini, masyarakat Sendi datang memakai seperangkat identitas pakaian
adat khas Sendi.

Mereka membawa tumpeng lengkap dengan seluruh sesaji dan seseragan berupa polo pendem.

Masyarakat Desa adat Sendi memakai pakaian adat menyambangi Pendopo Pemkab dan DPRD Kabupaten Mojokerto, Rabu (1/8/2018).
Masyarakat Desa adat Sendi memakai pakaian adat menyambangi Pendopo Pemkab dan DPRD Kabupaten Mojokerto, Rabu (1/8/2018). (surya/mohammad romadoni)

Warga bahkan juga membawa peti berukuran kotak berisi pusaka dari adat Sendi.

Rombongan masyarakat Desa adat Sendi berkumpul di titik kumpul di alun-alun Kabupaten Mojokerto.

Arak-arakan tumpeng, sesaji dan peti kotak pusaka tersebut dibawa menuju ke Pendopo Pemkab dan kantor DPRD yang diiringi bunyi titir sebagai penanda kegentingan.

Warga juga membawa bendera merah putih berukuran besar sekitar lebih dari 20 meter.

Masyarakat Desa adat Sendi memakai pakaian adat menyambangi Pendopo Pemkab dan DPRD Kabupaten Mojokerto, Rabu (1/8/2018).
Masyarakat Desa adat Sendi memakai pakaian adat menyambangi Pendopo Pemkab dan DPRD Kabupaten Mojokerto, Rabu (1/8/2018). (surya/mohammad romadoni)

Bendera merah putih itu dibentangkan sebagai simbol pengakuan negara atas hak desa adat Sendi.

Adapun satu di antara tuntutan masyarakat Sendi adalah untuk perlindungan kawasan hutan, budaya dan menunjang kesejahteraan rakyat maka Pemkab dan DPRD Mojokerto harus segera mengesahkan perlindungan dan pengesahan masyarakat hukum adat Sendi.

Hingga berita ini ditulis perwakilan masyarakat hukum adat Sendi masih melakukan dialog audiensi bersama anggota DPRD Kabupaten Mojokerto.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help