Berita Tulungagung

VIDEO - Di Tulungagung, AGP Dilarang, Ayam Pun Mudah Mati dan Harganya Meroket

Dengan pakan AGP masa panen hanya 35 hari. Namun kini masa panen molor 40 hari hingga 45 hari.

VIDEO - Di Tulungagung, AGP Dilarang, Ayam Pun Mudah Mati dan Harganya Meroket
surya/david yohannes
Rudi Anshori tengah mengganti air minum di kandang ayam miliknya. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Dampak pelarangan Antibiotic Growth Promoters (AGP) mulai dirasakan para peternak ayam potong di Desa Pakel, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.

Mulai dari ayam yang mudah mati, masa panen yang lebih lama dan harga yang meroket tinggi.

Salah satu peternak ayam potong di Dusun Pakisrejo, Desa Pakel, Kecamatan Ngantru, Rudi Anshori (37), ayam sangat rentan penyakit dan membuat angka kematian tinggi.

"Prosentase kematian lebih dari 20 persen setelah tidak ada AG. Padahal biasanya kecil sekali," ujar Rudi, Rabu (1/8/2018).

Selain mudah mati, pertumbuhan ayam menjadi lambat.

Dengan pakan AGP masa panen hanya 35 hari. Namun kini masa panen molor 40 hari hingga 45 hari.

Molornya masa panen ini berdampak pada ongkos pakan.

Jika dalam kondisi normal, 2000 ayam potong menghabiskan 135 karung pakan.

Kini kebutuhan pakan 2.000 ekor ayam potong hingga siap pakan menjadi 170 hingga 205 karung.

"Bengkaknya biaya pakan bisa sampai 70 karung. Otomatis keuntungan semakian menipis," keluh Rudi.

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved