Berita Ekonomi Bisnis

Pasar Otomotif Lesu, Persuhaan Leasing mulai Lirik Pembiayaan Elektronik dan Gadget

Di tengah pasar otomotifnya yang stagnan, perusahaan pembiayaan atau leasing mulai mengembangkan pasar pembiayaan untuk elektronik dan gadget.

Pasar Otomotif Lesu, Persuhaan Leasing mulai Lirik Pembiayaan Elektronik dan Gadget
surya/sri handi lestari
Produk elektronik yang sebagian dihadirkan di pameran Spektra Meriah yang digelar selama sepekan ini di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di tengah pasar otomotifnya yang stagnan, perusahaan pembiayaan atau leasing mulai mengembangkan pasar pembiayaan untuk elektronik dan gadget. Apalagi pasar dia jenis produk ini terus tumbuh seiring dengan peningkatan teknologi yang ditanamkan di dua produk tersebut.

"Elektronik dan gadget saat ini teknologi yang ditampilkan selalu lebih tinggi. Misalnya mesin cuci, dulu manual sekarang otomatis dan ada yang pakai teknologi hemat listrik, dan sebagainya," kata Richardo, Area Manager Astra Multi Finance (AMF) Jatim I, anak perusahaan PT Federal International Finance (FIF), dengan brand FIF Spektra, saat ditemui disela pameran elektronik dan gadget di Surabaya, Rabu (1/8/2018).

Begitu juga dengan gadget yang saat ini per bran sedang agresif melakukan launching seri baru dengan penawaran teknologi yang berkembang.

Bagi pasar, mereka cenderung menginginkan produk atau seri elektronik dan gadget dengan teknologi terbaru. Karena itu, kemudahan belanja kedua jenis produk ini dengan cara kredit masih dicari konsumen.

"Apalagi dengan menggelar event pameran di mal, potensi konsumen untuk beli dengan penawaran yang diberikan sangat tinggi," lanjut Ricardo.

Bagi Spektra, pihaknya juga mentargetkan pertumbuhan kinerja yang tinggi. Pada semester I/2018, realisasi pengucuran kredit di wilayah Jatim I yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Madura telah mencapai Rp 82 miliar dengan rata-rata Rp 17 miliar per bulan.

Sementara target hingga akhir tahun sekitar Rp 200 miliar, naik dibanding realisasi tahun lalu yang mencapai Rp 173 miliar.

Walaupun pencapaian saat ini masih jauh dari target, namun ia sangat optimis di akhir tahun besok target bakal tercapai. Karena penjualan tertinggi biasanya ada pada Semester II karena ada banyak promo dan cuci gudang.

Sedangkan untuk kredit macet di Spektra pada tahun ini mengalami perbaikan. Jika sebelumnya masih di level 7 persen ke atas, maka pada tahun ini hanya 6 persen sampai 7 persen.

“Karena tahun ini cukup banyak perbaikan di portofolio produk, seperti untuk produk gadget. Karena OJK menargetkan NPL hanya sekitar 3 persen,” jelas Richardo.

Upaya untuk meningkatkan kinerja tersebut, di awal semester II ini, Spektra menggelar Spektra Meriah di mal Royal Plaza sejak Minggu (29/7/2018) lalu hingga Minggu (5/8/2018) mendatang.

"Untuk memikat konsumen, ada promo yang ditawarkan selama pameran, misalnya DP murah hingga bunga nol persen untuk bisa memiliki produk unggulan Spektra,mulai dari produk gadget, elektronik, furniture, hingga sepeda gunung," tambah Steven Nathaniel, Asistensi Vice President Astra Multi Finance (AMF).

Ada sepuluh brand yang ikut dalam pameran tersebut. Bagi Spektra, komposisi pengajuan kredit, terbesar masih gadget yang mencapai 53 persen, elektronik 39 persen, furniture 7 persen dan lain-lain sekitar satu persen.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help