Berita Ekonomi Bisnis

Mandiri Tunas Finance Target 150 SPK selama Pameran di Surabaya 

Perusahaan pembiayaan Mandiri Tunas Finance (MTF) menargetkan transaksi bisa mencapai 150 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama enam hari pameran.

Mandiri Tunas Finance Target 150 SPK selama Pameran di Surabaya 
SURYAOnline/sugiharto
Regional manager regional VIIi Jatim Bali NTB NTT, Mardi Fahmi (tengah) didampingi Area Sales Manager Regional VII Jatim Bali NTT, Tri Muda Irawan (kiri) berdialog dengan pramuniaga salah satu stan pameran di Atrium Grand City Surabaya, Selasa (31/7/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan pembiayaan Mandiri Tunas Finance (MTF) menargetkan transaksi bisa mencapai 150 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama enam hari mengikuti pameran di Convention Hall Grand City, Surabaya.

"Kami melihat potensi pasar pembelian mobil baru di Surabaya dan Jatim yang masih besar. Sehingga kami berani ikut pameran disini dan mentargetkan angka itu," jelas Mardi Fahmi, Kepala Wilayah Regional VII Jatim, Bali, dan NTT MTF, disela pembukaan pameran Codymax Auto Mall Surabaya, Selasa (31/7/2018).

Mardi menambahkan, selain kondisi pasar, perkembangan bisnis MTF di wilayah Surabaya juga sedang tumbuh. Selama periode Januari hingga Juni 2018, pihaknya mencatatkan pembiayaan sebesar Rp 340,9 miliar. Jumlah itu tumbuh 7,39 persen dibandingkan pencapaian di periode yang sama tahun 2017 lalu.

Sedangkan untuk wilayah Jawa Timur, MTF mencatatkan pembiayaan Rp 1,34 triliun atau tumbuh 22,24 persen dari periode yang sama tahun 2017 yang mencapai Rp 1,09 triliun.

"Dengan adanya pameran ini, penetrasi ke pasar bisa digenjot dengan lebih luas lagi, apalagi kami juga tawarkan promo menarik ke konsumen," lanjut Mardi.

Di antaranya dengan penawaran bunga 3 persen, biaya administrasi Rp 500.000, e-money gratis dan extra protection," jelas Mardi.

Saat ini, diakui Mardi pihaknya memilih pasar nasabah roda empat. Sementara nasabah roda dua sudah tidak lagi dilayani. Hal ini untuk mengurangi angka NPL (Non Performing Loan) atau kredit macet yang memang lebih banyak terjadi pada kredit kepemilikan kendaraan roda dua.

“Salah satu alasan tidak membiayai motor roda dua karena peluang kredit macet sangat besar,” ungkapnya.

Secara nasional kredil macet atau Non performing loan(NPL) tahun 2018 dibawah 1 persen atau tepatnya 0,83 persen, sementara regional Jawa Timur kredit yang bermasalah 0,72 persen. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan tahun 2017 yang tercatat sebesar 0,90 persen secara nasional, dan 0,80 persen untuk regional Jatim.

Jumlah kredit bermasalah diperkirakan bakal berkurang karena MTF membuat kebijakan untuk tidak membiayai motor roda dua. MTF akan fokus membiayai kredit mobil dan motor gede (Moge). “Kami dengan fokus pembiayaan mobil dan moge saja sudah mampu memenuhi target yang ditetapkan,” tambah Tri Muda Irawan, Area Sales Manager Regional VII Jatim, Bali, dan NTT.

Tahun 2018,l, target pembiayaan yang dikeluarkan sebesar Rp 27 triliun untuk nasional, dan Jawa Timur targetnya sebesar Rp 2,9 triliun.

“Bayangkan target kami sudah tercapai, kami sudah 102 persen,” ujar Tri Muda.

Untuk itu event-event untuk pameran otomotif akan digenjot seperti pameran otomotif fi Grand City, Surabaya.

Pameran ini diperkirakan mampu mendorong pembiayaan semakin bertambah.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help