Berita Gresik

Ibu-ibu di Gresik Minta Tambah Tempat Sampah Khusus, Sadar Bahaya Sampah Popok bagi Sungai Brantas

Wadulink Kecamatan Wringinanom, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik menambah bok khusus pembuangan popok.

Ibu-ibu di Gresik Minta Tambah Tempat Sampah Khusus, Sadar Bahaya Sampah Popok bagi Sungai Brantas
surya/sugiyono
POPOK - Anggota Wadulink berfoto bersama Kepala DLH Kabupaten Gresik, Rabu (1/8/2018). 

Surya/Moch Sugiyono
POPOK - Anggota Wadulink berfoto bersama Kepala DLH Kabupaten Gresik, Rabu (1/8/2018).

SURYA.co.id | GRESIK - Komunitas wanita peduli lingkungan (Wadulink) Kecamatan Wringinanom, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik menambah bok khusus pembuangan popok. Sebab, banyak masyarakat yang sadar tentang bahaya popok bagi lingkungan di sekitar Sungai Brantas.

Nita Komari, Ketua Wadulink Desa /Kecamatan Wringinanom, mengatakan bahwa anggota Wadulink telah sukses mensosialisasikan bahaya popok kepada orang tua yang mempunyai bayi dan lanjut usia. Bahwa bahaya popok bayi itu sulit untuk diurai oleh bakteri, sehingga akan merusak lingkungan.

"Bahkan, ada yang ada dimakan oleh ikan-ikan yang ada di Sungai Brantas wilayah Wringinanom- Driyorejo," kata Nita, saat di Kantor DLH, Jl Wachid Hasyim, Gresik, Rabu (1/8/2018).

Lebih lanjut Nita menjelaskan bahwa untuk menyadarkan masyarakat, anggota Wadulink menyampaikan kepada masyarakat dalam berbagai acara. Mulai acara arisan bersama PPK, pengajian dan pertemuan kegiatan keagamaan.

"Setelah mereka memahami bahaya popok, akhirnya masyarakat membuang sampah ke blok khusus yang disediakan oleh pemerintah. Tapi sekarang bok sampahnya kurang sehingga kita datang lagi ke Dinas Lingkungan Hidup untuk menambah bok sampah," katanya.

Saat ini, baru ada 5 tempat bok khusus untuk membuang popok bayi. Lima bok itu tersebar dalam 3 desa. Yaitu Desa Wringinanom, Pedagangan dan Sumengko. "Kita menambah bok khusus untuk menampung sampah popok," imbuhnya.

Sementara, Daru stiorini pembina Wadulink Kecamatan Wringinanom, mengatakan bahwa dulu sebelum ada Wadulink 60 persen warga yang mempunyai anak bayi dan lansia membuang popok ke sungai. "Satu tahun bisa 1 juta pic dibuang ke sungai. Misalkan, ada 700 bayi, sehari ganti 4 popok. Kita ambil rata-rata satu popok saja," kata Daru.

Padahal, Sungai Brantas bermuara dari Wringinanom dan Driyorejo, sehingga masyarakat yang ada di bantaran sungai harus disediakan bok khusus sampah popok. "Di perkotaan itu sudah bisa memilah sendiri-sendiri pembuangan popoknya, di Wringinanom dan Driyorejo, tidak ada TPA khusus," imbuhnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik Mokh Najikh mengatakan bahwa akan menerjunkan tim untuk melihat lokasi desa untuk bok khusus pembuangan popok. Masukan ini dari LSM Ecoton.

"Kehadiran Ecoton dan komunitas Wadulink membantu pemerintah yang berperan untuk melakukan pelestarian lingkungan. Sehingga nanti kita bentuk tim untuk melihat tempat-tempat bok khusus sampah popok," kata Najikh.

Najikh menambahkan bahwa selama ini sudah ada angkutan khusus yang mengambil bok khusus sampah popok setiap 10 sampai 14 hari sekali. "Nanti kita anggarkan untuk menambah pengakutan sampah khusus popok kemudian dibuang ke TPA tersendiri," imbuhnya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help