Berita Kediri

Satpol PP Kediri Amankan 6 Terapis karena Tak Bawa Identitas, Mereka Protes Urus KTP Tak Jadi - jadi

Tim gabungan terdiri Satpol PP, BNN, polisi dan TNI menggelar razia operasional panti pijat.

Satpol PP Kediri Amankan 6 Terapis karena Tak Bawa Identitas, Mereka Protes Urus KTP Tak Jadi - jadi
SURYAOnline/Didik Mashudi
Satpol PP, BNN dan aparat gabungan melakukan tes urine terapis panti pijat yang beroperasi di Kabupaten Kediri, Selasa (31/7/2018). 

SURYA.co.id | KEDIRI -  Tim gabungan terdiri Satpol PP, BNN, polisi dan TNI menggelar razia operasional panti pijat. Dari tiga lokasi ada 6 terapis pramupijat yang diangkut ke Kantor Satpol PP Kabupaten Kediri, Selasa (31/7/2018).
Terapis pramupijat dibawa ke Kantor Satpol PP Kabupaten Kediri karena tidak memiliki identitas kependudukan. Selain itu banyak terapis yang belum mengantongi sertifikasi dari instansi berwenang.

Panti pijat yang menjadi sasaran razia petugas masing-masing, Havana Massage di Desa Gogorante, Clasic Massage dan Yanti Massage keduanya di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem.

Razia dilakukan dengan memeriksa setiap bilik kamar, termasuk mengangkat kasur. Namun saat petugas datang tidak ada pelanggan yang datang.

Sempat terjadi adu argumentasi sejumlah terapis yang diangkut petugas ke Kantor Satpol PP. Masalahnya mereka sudah memproses dokumen kependudukan, namun sampai sekarang masih belum kelar. Sehingga untuk identitas diri memakai surat keterangan.

Selain dilakukan pemeriksaan administrasi persyaratan bagi terapis, juga dilakukan tes urin bagi para terapis yang dilakukan petugas BNN Kabupaten Kediri. Kegiatan tes urine ini untuk mengantisipasi peredaran narkoba di Kabupaten Kediri. Dari laporan petugas BNN hasilnya negatif.

Sementara Susanto, Kabid Trantibum dan Penegakan Perda Satpol PP menjelaskan, razia yang dilakukan tim gabungan dalam rangka penertiban Perda No 6/2017 tentang penyelenggaraan ketertiban umum di Kabupaten Kediri.

Karena disinyalir ada sejumlah tempat hiburan malam, panti pijat dan tempat kos yang disalahgunakan sehingga membuat resah masyarakat sekitar.

Hasil razia ada 6 terapis pramupijat yang tidak membawa identitas diri. Selain itu dari para terapis ditemukan belum mempunyai sertifikat terapis dari Kantor Dinas Kesehatan. Sehingga temuan itu diproses dengan tindakan tipiring.

"Kami mengharapkan para terapis ini memiliki sertifikat dari instansi Dinas Kesehatan," jelasnya.

Sementara terkait dengan kedok prostitusi di panti pijat saat ini masih dilakukan kajian. Jika memang ditemukan bukti, Satpol PP selaku penegak perda tidak akan segan mengambil tindakan.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help