Liputan Khusus

Perajin Sandal Wedoro Sidoarjo Pasrah, 90 Persen Miliki Keuangan Tak Sehat

Ketua Asosiasi Perajin Sepatu Sandal Wedoro Muhammad Baidarus menjelaskan, setiap tutup buku, sebagian besar perajin masih memiliki utang di toko.

Perajin Sandal Wedoro Sidoarjo Pasrah, 90 Persen Miliki Keuangan Tak Sehat
surya/aflahul abidin
Para perajin di Wedoro, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo kini hanya memproduksi sandal spons untuk bertahan hidup. 

Misalnya, perajin yang dulu bisa punya pekerja hingga 50 orang, kini hanya tinggal separonya.

“Penyebabnya, ya, karena sepi,” tuturnya.

Meski begitu, jumlah perajin dari tahun ke tahun masih bertahan di kisaran angka 200.

Namun, pelakunya sudah banyak yang berbeda dibanding pada masa kejayaan awal tahun 2000.

Ia memberi gambaran, dari penjualan satu kodi sepatu yang diproduksi, perajin Wedoro mendapat untung sekitar Rp 7.500.

Mereka bisa mendapat untung sedikit lebih banyak, hingga Rp 12.500 apabila bersedia pembayarannya mundur.

Biasanya, para perajin menyiasati untung dengan menggunakan dua model pembayaran itu.

Pada kondisi seperti itu, asosiasi menganggap peran pemerintah tak pernah maksimal.

Upaya untuk mengenalkan produk-produk perajin Wedoro dalam pameran nasional, menurut Ubed, tak pernah membuahkan hasil.

Dengan semua keterbatasan itu, sandal Wedoro masih memenuhi banyak pasar besar di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved