Berita Banyuwangi

Layang-layang dan Gelombang Frekuensi Radio Komunitas Ganggu Keselamatan Penerbangan di Banyuwangi

Frekuensi radio komunitas dan layang-layang dianggap menjadi ancaman terbesar terhadap keselamatan penerbangan di Banyuwangi

Layang-layang dan Gelombang Frekuensi Radio Komunitas Ganggu Keselamatan Penerbangan di Banyuwangi
surabaya.tribunnews.com/haorrahman
Aktivitas penerbangan di Bandara Banyuwangi. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Aktivitas penerbangan di Bandara Banyuwangi terus meningkat dalam dua tahun terakhir. Ini seiring banyaknya maskapai yang tertarik membuka rute penerbangan ke Banyuwangi.

Namun berdasarkan catatan Airnav, penerbangan Banyuwangi sering mendapat gangguan, terutama dari frekuensi radio karaoke dan layang-layang.

Berdasarkan catatan Airnav, sejak 2012 hingga 2017 dilaporkan terdapat 58 kasus gangguan dari frekuensi radio komunitas. Siaran radio komunitas yang didominasi acara musik dan karaoke on air tersebut, sering tiba-tiba masuk dalam frekuensi radio komunikasi pilot maupun Air Traffic Controller (ATC) Airnav Bandara Banyuwangi.

"Di Banyuwangi gangguan frekuensi radio komunitas dan layang-layang membahayakan," kata General Manager Perum LPPNPI (Airnav) Indonesia Cabang Surabaya, Mokhammad Khotim, dalam acara Security and Safety Review, yang digelar oleh Airnav Indonesia Cabang Surabayadi, di aula sekolah pilot Balai Pendidikan dan Pelatihan (BP2) Penerbang Banyuwangi, Selasa (31/7).

Menurut Khotim, frekuensi radio komunitas dan layang-layang menjadi gangguan tertinggi keamanan dan keselamatan penerbangan di Banyuwangi.

Selain frekuensi radio komunitas, menurut Khotim, dalam dua tahun terakhir tercatat 25 laporan gangguan layang-layang. Rata-rata gangguan ini terjadi 1,4 kali tiap bulan.

"Tahun ini, hingga Juli 2018 telah terdapat 10 laporan gangguan layang-layang," katanya.

Gangguan jenis ini biasanya terjadi ketika pesawat hendak take off atau landing di Bandara Banyuwangi. Kebanyakan benang nyangkut dan melilit pada baling-baling pesawat.

Manager Keselamatan, Keamanan dan Standarisasi Airnav Indonesia Cabang Surabaya, Rita Nurharyanti menambahkan, selain kedua gangguan tersebut juga ada bahaya lain penerbangan di Bandara Banyuwangi, yakni asap pembakaran padi yang ada di sekitar bandara. Ini dapat mengurangi jarak pandang pilot para proses take off, landing dan operasi penerbangan lainya.

"Selain itu, gangguan lainnya adalah sinar laser. Gangguan ini dapat menyebabkan silau pada penglihatan, kaget hingga pilot hilang konsentrasi," tambahnya.

Rita berharap ada kerjasama dari seluruh pihak di Banyuwangi untuk bersama-sama menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan.

Acara Security and Safety yang digeber Airnav Indonesia Cabang Surabaya ini dihadiri seluruh instansi terkait. Meliputi Dinas Perhubungan, baik dari Provinsi Jawa Timur maupun Kabupaten Banyuwangi, sekolah dan siswa pilot BP2 Penerbang Banyuwangi dan pihak bandara Banyuwangi. Termasuk Maskapai Penerbangan serta Forpimka Rogojampi, Kabat dan Blimbingsari.

Selain paparan dan tanya jawab, dalam kegiatan ini pihak Airnav juga menyerahkan cinderamata kepada seluruh undangan sebagai wujud komitmen bersama menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan di Bumi Blambangan. 

Baca: Citilink Kembali Datangkan Armada Baru, Airbus A320 NEO Dipilih karena Beberapa Keunggulan ini

Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved