Liputan Khusus

Perajin Sepatu di Wedoro Sidoarjo Ramai-ramai Beralih Produksi Sandal

Persaingan yang ketat membuat para perajin di Desa Wedoro, Kecamatan Waru, Sidoarjo meninggalkan aktivitas pembuatan sepatu.

Perajin Sepatu di Wedoro Sidoarjo Ramai-ramai Beralih Produksi Sandal
surya/aflahul abidin
Para perajin di Wedoro, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo kini hanya memproduksi sandal spons untuk bertahan hidup. 

Harga spons itu antara Rp 8.000 hingga Rp 12.000 per kilogram.

“Tergantung luas dan lebar sponsnya,” kata dia.

Bagi Nurcholis, menjual dan menyediakan jasa potong spons lebih menjanjikan.
Berbekal tiga mesin, saban hari ia melayani puluhan pembeli dan perajin yang membutuhkan jasa.

Rumah dua lantainya dipenuhi dengan lembaran spons-spons siap jual.

Di balkon atas, tumpulan spons tampak dari jalan depan rumahnya. Di seberang rumah pun, spons pun tertumpuk tinggi.

Selain warga Wedoro, pelanggannya juga berasal dari Malang, Lumajang, dan Madura.

“Saya berhenti produksi (alas kaki) karena duitnya nyantol-nyantol terus. Harga jualnya juga rendah. Dulu, satu kodi sandal bisa dapat keuntungan Rp 20.000, sekarang Rp 10.000 saja sudah susah,” terang dia.

Ia juga melihat pasar alas kaki di sana sudah banyak berubah. Jumlah perajin masih banyak, sementara pasar sudah menurun.

Alhasil, persaingan antarperajin semakin ketat.

Jika seorang perajin menaikkan harga jualnya, langganannya akan mudah mendapat suplai dari perajin lain. (Aflahul Abidin/Wiwit Purwanto)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help