Liputan Khusus

Perajin Sepatu di Wedoro Sidoarjo Ramai-ramai Beralih Produksi Sandal

Persaingan yang ketat membuat para perajin di Desa Wedoro, Kecamatan Waru, Sidoarjo meninggalkan aktivitas pembuatan sepatu.

Perajin Sepatu di Wedoro Sidoarjo Ramai-ramai Beralih Produksi Sandal
surya/aflahul abidin
Para perajin di Wedoro, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo kini hanya memproduksi sandal spons untuk bertahan hidup. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Tepat setahun lalu, Muhammad Baidarus menanggalkan alat-alat produksi sepatunya.

Toko yang sekaligus ruang pamer hasil produksinya lebih dulu ditutup.

Persaingan yang ketat membuat para perajin di Desa Wedoro, Kecamatan Waru, Sidoarjo meninggalkan aktivitas pembuatan sepatu.

“Yang membuat sepatu terakhir di sini itu saya. Semua perajin beralih membuat sandal lagi,” kata pria yang akrab disapa Ubed itu.

Desa Wedoro dikenal sebagai sentra industri sandal dan sepatu yang termasyhur di Jawa Timur.

Sejak Ubed memilih berhenti memproduksi sepatu, hilang sudah predikat sentra sepatu di daerah itu.

Warga kini memilih membuat sandal yang masih punya pasar lumayan.

Ubed berkisah, sempat memiliki 12 perajin sepatu ketika alas kaki jenis itu marak di Wedoro.

Seorang pekerja bisa membuat 2 kodi sepatu dalam sehari.

Itu artinya, usaha Ubed menghasilkan sekitar 480 pasang saban hari.

Halaman
1234
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help