Liputan Khusus

News Analysis : Dalam Industri Kreatif, Sumber Daya Manusia adalah Modal Utama

Beberapa sentra industri kecil yang pada 10 tahun lalu masih berjaya seperti sentra tas dan kulit Tanggulangin dan Wedoro di Sidoarjo

News Analysis : Dalam Industri Kreatif, Sumber Daya Manusia adalah Modal Utama
surya/afalahul abidin
Para perajin di Wedoro, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo kini hanya memproduksi sandal spons untuk bertahan hidup. 

News Analysis
Rahayu B Handayani
Fashion Design and Bussiness Lecturer
Faculty of Creative Industry
Universitas Ciputra Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - Akhir 2017, ada artikel berjudul “The Made in Indonesia Opportunity” dari Business of Fashion, sebuah media yang cukup kredibel dan analitis dalam melihat fenomena fashion secara global, karena kerja samanya dengan McKinsey Company.

Berbagai potensi positif dipaparkan dalam artikel itu.

Salah satu yang menarik adalah Indonesia merupakan 10 besar produsen alas kaki terbesar di dunia.

Artikel itu juga mengulas bagaimana industri fashion menyumbang peran yang sangat besar pada PDB dan penyerapan tenaga kerja, serta nilai ekspor industri ini yang akan mencapai 75 miliar dolar AS pada 2030.

Membaca artikel ini tentu saja memberikan motivasi yang besar kepada kita semua akan masa depan industri fashion, yang tentu saja secara simultan akan berdampak pada perekonomian Indonesia.

Akan tetapi, kita juga dihadapkan pada berbagai tantangan yang menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama.

Perlu disadari, keadaan ekonomi global saat ini penuh ketidakpastian serta teknologi yang secara cepat men-disrupt (mengganggu) banyak model bisnis konvensional, sehingga mengharuskan kita segera berbenah apabila ingin tetap survive.

Seberapapun potensi kita, di tengah pergeseran fungsi dan nilai yang begitu masif ini, pilihannya hanyalah ikut bergerak atau mati.

Di sekitar kita, terdapat beberapa sentra industri kecil yang pada 10 tahun lalu masih berjaya seperti sentra tas dan kulit Tanggulangin dan Wedoro di Sidoarjo, namun saat ini mulai meredup seiring perkembangan zaman.

Halaman
1234
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help