Berita Tuban

Kisruh Kilang Rosneft Pertamina, Warga Dua Desa di Tuban Laporkan Camat dan Kades ke Polisi

Warga menilai ketiga pejabat tersebut telah memalsukan dokumen dengan cara tanda tangan

Kisruh Kilang Rosneft Pertamina, Warga Dua Desa di Tuban Laporkan Camat dan Kades ke Polisi
surya/m sudarsono
warga Desa Remen dan Mentoso melapor ke Polres Tuban dan dimediasi KBO Satreskrim 

SURYA.co.id | TUBAN - Sekitar 30 warga dari Desa Remen dan Mentoso, Kecamatan Jenu, mendatangi Mapolres Tuban, Senin (30/7/2018). Kedatangan warga tersebut tak lain adalah untuk melaporkan Kades Remen Eko Prasetyo, Kades Mentoso Saji, serta Camat Jenu Moh Maftuchin Riza.

Warga menilai ketiga pejabat tersebut telah memalsukan tanda tangan, karena mencatut keterangan warga untuk penjualan lahan kepada New Grass Root Refinery (NGRR), perusahaan patungan Pertamina dengan Rosneft asal Rusia. Padahal warga tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan tersebut.

Meski telah didemo dan ketiganya menyatakan mencabut tanda tangan dalam surat pernyataan pada, Jumat, 6 Juli 2018, nyatanya warga masih berupaya untuk membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

"Kami laporkan dua kades dan camat Jenu ke Satreskrim Polres Tuban," kata pelapor, Suwarno warga Mentoso kepada wartawan.

Bersama tiga pelapor lainnya yaitu Wido Harminton (40), warga Mentoso, Rusdiono (45) dan Sutrisno (45), warga Remen, warga meminta ketiga pejabat itu diproses hukum.

Sebab, warga menilai ketiganya melampaui kewenangan, karena berani mengklaim apa yang tidak pernah disetujui oleh warga.

"Kami minta dua kades dan Camat diproses hukum, karena mereka memalsukan dokumen," ungkapnya didampingi tiga pelapor lainnya.

Dia menambahkan, semua berkas laporan sudah dilengkapi. Sehingga, warga berharap agar kasus ini segera ditangani petugas kepolisian.

"Harapannya segera diproses," tegas pria yang juga sebagai korlap saat aksi.

Sementara itu, KBO Satreskrim Polres Tuban, Iptu Dean Tomy usai memimpin mediasi menyatakan, akan memproses laporan warga. Namun lebih jelasnya, semua akan dikaji dulu.

"Kami kaji dulu untuk ditindaklanjuti," tandas Dean.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help