Berita Pasuruan

Kisah Sugiarto, Rela Menabung dan Rogoh Kocek Sendiri untuk Bangun Sanggar Indonesia Hijau Pasuruan

Kisah Sugiarto, rela menabung dan rogoh kocek sendiri untuk bangun Sanggar Indonesia Hijau di Pasuruan.

Kisah Sugiarto, Rela Menabung dan Rogoh Kocek Sendiri untuk Bangun Sanggar Indonesia Hijau Pasuruan
surya/galih lintartika
Sugiarto dan aktivitas yang dilakukannya di Sanggar Indonesia Hijau (SI HIJAU) di Dusun Selowinangun, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Sugiarto, pendiri Sanggar Indonesia Hijau (SI HIJAU) di Dusun Selowinangun, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan, tampak sibuk, Minggu (29/7/2018) pagi.

Pemerhati lingkungan ini sedang menata sanggar buatannya itu untuk persiapan acara.
Maklum saja, sanggar miliknya yang diberi nama SI HIJAU belakangan ini kerap kali dikunjungi dan menjadi jujugan banyak orang.

SI HIJAU sudah mengantongi SK resmi dari Menteri Kehutanan tahun 2015 lalu.

Dalam SK menteri itu, SI HIJAU dinobatkan sebagai Kampung SI HIJAU Pancar Air.

Intinya, SI HIJAU ini menjadi lembaga pendidikan, pelatihan dan pemagangan Wanawiyata Widyakarya Yayasan Sanggar Indonesia Hijau.

Di sini, semua orang memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk belajar tentang tanaman, sumber air, dan lingkungan.

Sugiarto pun menyiapkan pendidikan tentang pembibitan tanaman, konservasi tanah , air dan wawasan lingkungan di lokasi tersebut.

Tak hanya itu, Sugiarto pun bersama teman-temannya juga menjadikan tempatnya sebagai Demplot (Percontohan) Perlindungan Mata Air.

Sugiarto dan aktivitas yang dilakukannya di Sanggar Indonesia Hijau (SI HIJAU) di Dusun Selowinangun, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan.
Sugiarto dan aktivitas yang dilakukannya di Sanggar Indonesia Hijau (SI HIJAU) di Dusun Selowinangun, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan. (surya/galih lintartika)

Di dalamnya, ia menggagas wisata edukasi konservasi, wisata tanam pohon, wisata jelajah sumber mata air, wisata keanekaragaman hayati, kemah konservasi, dan masih banyak lagi.

Namun, perjalanan panjang harus dilaluinya untuk bisa mendirikan sanggar ini sehingga bisa memberikan manfaat untuk orang banyak saat ini.

Selain komitmen, kerja keras, perjuangan Sugairto juga rajin menabung.

Ia rela menyisihkan uang jajannya dan uang hasil kerjanya untuk bisa membangun sanggar ini.

Dibutuhkan biaya besar, dan Sugiarto menanggungnya sendiri.

Halaman
1234
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help