Berita Blitar

Pemkot Blitar Bubarkan 65 Koperasi Awal Tahun Ini

Pemkot Blitar membubarkan sebanyak 65 koperasi pada awal 2018 ini. Apa penyebabnya??

Pemkot Blitar Bubarkan 65 Koperasi Awal Tahun Ini
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | BLITAR - Pemkot Blitar membubarkan sebanyak 65 koperasi pada awal 2018 ini. Sejumlah koperasi yang dibubarkan itu kondisinya sudah tidak aktif dan tidak pernah menggelar rapat anggota tahunan (RAT).

"Awal tahun ini ada 65 koperasi yang kami bubarkan, sebagian lagi masih dalam tahap pembinaan. Kalau tetap tidak memenuhi syarat koperasi, akan kami bubarkan juga tahun depan," kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Blitar, Teteng Rukmo Condrono, Minggu (29/7/2018).

Sejumlah koperasi yang dibubarkan itu kondisinya tidak aktif atau mati suri. Sejumlah koperasi tersebut hanya memiliki susunan kepengurusan saja, tapi tidak ada aktivitas. Selain itu, beberapa koperasi juga sudah tidak mengadakan rapat anggota tahunan (RAT) selama tiga kali berturut-turut. Padahal pelaksanaan RAT tiap tahun sebagai indikator koperasi itu masih aktif.

Teteng menyebutkan koperasi model seperti itu hanya koperasi papan nama. Maksud dia koperasi tersebut hanya memasang papan nama di kantornya tapi tidak ada aktivitas pengurus maupaun anggota.

"Mereka hanya memasang papan nama saja, tapi tidak ada aktivitas," ujarnya.

Sekarang, jumlah koperasi di Kota Blitar sekitar 300 koperasi. Dari total itu, hanya sekitar 70 persen koperasi yang kondisinya sehat dan memenuhi persyaratan. Sejumlah koperasi itu juga sudah memiliki nomor induk koperasi (NIK). Sedangkan sisanya kondisinya masih kembang kempis.

"Sisanya, yang 30 persen juga belum mengurus nomor induk koperasi. Padahal nomor induk koperasi itu menjadi persyaratan wajib," kata Teteng.

Menurut Teteng, jumlah koperasi tidak perlu banyak yang penting kualitasnya bagus. Untuk itu, dia mendorong para pengurus koperasi untuk meningkatkan kualitas. Apalagi sekarang zamannya sudah digital. Koperasi juga harus mengikuti perkembangan teknologi.

"Kami mendorong agar kualitas koperasi terus ditingkatkan, mengikuti perkembangan teknologi. Kalau tidak, mereka bisa tergerus sendiri," katanya. 

Baca: Keanehan-keanehan yang Dirasakan Keluarga Mendiang Janji Sebelum Tali Pengikat Kain Kafan Dicuri

Baca: Pencurian Tali Kafan di Kuburan Warga Sidorjo, Pelaku Curi 3 Helai Tali

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help