Advertorial

Ajari Ortu Cara Menangani Anak Cerebral Palsy, Dharma Wanita dan IWAPI Gelar Workshop HTHT

Dharma Wanita Persatuan Surabaya dan IWAPI menggelar workshop HTHT untuk mengajari ortu cara mengangani anak cerebral palsy

Ajari Ortu Cara Menangani Anak Cerebral Palsy, Dharma Wanita dan IWAPI Gelar Workshop HTHT
ist
Octorina Bashusanti melatih berjalan salah satu anak berkebutuhan khusus dengan terapi HTHT, Minggu (29/7/2018) 

"Teknik HTHT saya temukan karena faktor ketidaksengajaan dan alami. Waktu itu Drumas dinyatakan hanya bisa bertahan hidup selama 6 tahun. Saya sebagai ibu tak ingin hal itu terjadi," ujarnya.

Segala cara ia lakukan untuk kesembuhan buah hatinya, hingga pada tahun 2004 ia menemukan metode baru terapi untuk anak Cerebral Palsy maupun Epilepsi. Ia memberikan sentuhan-sentuhan fisik, non fisik, maupun verbal Drumas.

"Yang paling penting Drumas saya berikan sentuhan cinta saat merawatnya," katanya.

Seraya belajar dan membaca buku, ia terus menyempurnakan terapi yang melibatkan sentuhan langsung dari orang tua.

Usahanya membuahkan hasil, Druma bisa makan, menjadi Drummer Teenager, dan juga bisa jalan mandiri dengan menggunakan bantuan dua tongkat.

"HTHT itu ilmu terapan dari Sensory Integration. Namun, saya harus berjuang lagi untuk menemukan detailnya. Sehingga ada perbedaan antara HTHT dan Sensory Integration," ungkapnya.

Ia menyebutkan terapi HTHT memiliki empat pilar yakni pilar touch hand, touch eyes, touch voice, dan touch love.

Terapi HTHT tak hanya mengharuskan para orang tua untuk paham teori melainkan juga mempraktekkannya.

Maka dari itu Octo memberikan tutorial cara menerapi anak yang menderita Cerebral Palsy maupun autis.

Octo pun memilih peserta untuk melakukan praktek langsung terapi HTHT, peserta itu bernama Fauzi.

Halaman
1234
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved