Berita Mojokerto

Saat Warga Ramai-ramai Nonton Bareng Gerhana Bulan Total di Mojokerto

Warga beramai-ramai menyaksikan terjadinya fenomena alam langka gerhana bulan total terlama di abad ini.

Saat Warga Ramai-ramai Nonton Bareng Gerhana Bulan Total di Mojokerto
surya/mohammad romadoni
Warga mengamati gerhana bulan total memakai alat teropong bintang (Teleskop) di halaman kantor PCNU Kabupaten Mojokerto. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Puluhan warga beramai-ramai menyaksikan terjadinya fenomena alam langka gerhana bulan total terlama di abad ini.

Mereka berkumpul sembari mengamati proses terjadinya gerhana bulan total menggunakan teropong bintang (Teleskop) yang dipasang di halaman kantor PCNU Kabupaten Mojokerto, Sabtu (28/7/2018) dini hari.

Syamsul Ma'arif, ketua lembaga Falakiyah PCNU Kabupaten Mojokerto menjelaskan
saat itu cuaca cerah sehingga proses gerhana bulan total dapat terlihat jelas meski hanya dengan mata telanjang.

Meski demikian, ia memakai teleskop untuk bisa mengamati gerhana bulan total secara detail.

Ada tiga teleskop yang dipakainya untuk mengamati proses terjadinya gerhana bulan total.

"Ada dua jenis teleskop yang kami pakai yakni berbasis teleskop Reflektor dan Refraktor, bedanya di lensa saja," ujarnya ditemui di lokasi.

Dia mengatakan adapun tujuannya menggelar Nobar yakni melakukan pengamatan gerhana bulan total untuk memastikan keakuratan hasil hisab (memperkirakan/ menghitung).

Misalnya, dia memberikan contoh awal gerhana diketahui pukul 01.24 WIB, dan kenyataannya benarkah terjadi pada jam sekian.

Untuk diketahui, lanjutnya, lembaga Falakiyah melakukan kegiatan yang berhubungan dengan ilmu astronomi.

Ada 38 lembaga Falakiyah di Jawa Timur.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved