Berita Jombang

Protes Aktivitas Tambang Ilegal, Warga Desa di Jombang Tutup Lokasi Bahan Tambang Galian C

Puluhan warga Desa Bugasur Kedaleman, Kecamatan Gudo, Jombang, menutup lokasi tambang galian C di desa setempat

Protes Aktivitas Tambang Ilegal, Warga Desa di Jombang Tutup Lokasi Bahan Tambang Galian C
SURYAOnline/Sutono
Tambang bahan galian C di Desa Bugasur Kedaleman, Kecamatan Gudo, yang dipersoalkan warga setempat. 

SURYA.co.id | JOMBANG - Puluhan warga Desa Bugasur Kedaleman, Kecamatan Gudo, Jombang, menutup lokasi tambang galian C di desa setempat. Warga juga menduduki sebuah alat berat milik perusahaan tambang itu.

Aksi warga ini sebagai bentuk protes terhadap aktivitas tambang yang diduga tanpa izin alias ilegal. Protes dilakukan di area tambang bahan galian C Dusun Kedaleman, Desa Bugasur Kedaleman yang berlokasi bantaran Sungai Konto, dusun setempat.

Kepala Dusun Kedaleman Ninik Indrawati mengatakan, warga protes lantaran aktivitas pertambangan bahan galian C di dusun itu dilakukan tanpa izin dari Pemkab Jombang.

Menurut dia, penambangan dilakukan CV Moestaman Group, dan hanya mengantongi izin galian C di wilayah Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri. Perusahaan ini, sambung Ninik, nekat mengeruk pasir masuk Dusun Kedaleman, di wilayah Kabupaten Jombang.

"Memang area tambang pasir ini di perbatasan Kediri dengan Jombang. Kami minta jangan mengeruk di wilayah kami. Alat berat supaya dipindahkan ke wilayah Kediri,” kata Ninik kepada Surya.co.id.

Menurutnya, pertambangan bahan galian C oleh CV Moestaman Grup berada di bantaran Sungai Konto yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Kementerian PUPR.

Adanya pintu air (Rolak) 70, imbuh Ninik, menjadikan area ini sebagai kantong pasir dari Gunung Kelud, Kabupaten Kediri. Sehingga banyak endapan pasir di kawasan ini.

Hanya saja, pengerukan pasir yang dilakukan CV Moestaman Group menjalar ke Desa Bugasur Kedaleman. Padahal, izinnya hanya wilayah Kediri.

"Ini menjadi masalah ketika operasi penambangan galian C sudah masuk wilayah Kabupaten Jombang. Sebab, selama ini Pemkab Jombang tak pernah mengeluarkan izin,” terangnya.

Aksi protes ini digelar warga untuk memastikan perusahaan tambang tak lagi beroperasi di wilayah mereka. Akibat pertambangan liar ini, sekitar 5 hektare lahan di Desa Bugasur Kedaleman mengalami kerusakan.

“Kemarin sudah kami mediasi. Mereka (CV MOestaman Group) berkilah, penggali tak tahu batas wilayah. Karena itu hari ini kami minta penggalian dihentikan,” tandasnya.

Penulis: Sutono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help