Berita Gresik

Dua Kades di Gresik yang Diduga Terlibat Korupsi dan Gratifikasi Segera Disidangkan

Dua kepala desa di Gresik akan segera menjalani sidang di Pengadilan Tipikor karena tersandung korupsi dan gratifikasi

Dua Kades di Gresik yang Diduga Terlibat Korupsi dan Gratifikasi Segera Disidangkan
surabaya.tribunnews.com/sugiyono
Kades Laban Menganti, Slamet Efendi dibawa penyidik Pidsus Kejari Gresik ke mobil tahanan setelah pelimpahan dari penyidik Polres Gresik, Jumat (27/7/2018). 

SURYA.co.id | GRESIK - Dua Kepala Desa yang menjadi tersangka atas dugaan terlibat kasus tindak pidana korupsi dan gratifikasi segera disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Keduanya adalah Saudji, Kades Sembayat, Kecamatan Manyar dan Slamet Efendi, Kades Laban, Kecamatan Menganti. 

Saudji diduga korupsi proyek drainase desa senilai Rp 175 juta.

Sedangkan Slamet Efendi diduga terjerat gratifikasi karena meminta dana kepada masyarakat yang mengurus surat riwayat tanah dengan nilai bervariasi  mulai Rp 10 juta sampai Rp 25 juta.

"Tersangka Slamet Efendi dilimpahkan penyidik Polres Gresik atas dugaan pungutan liar (Pungli) dari masyarakat yang memohon surat riwayat tanah," kata Humas Kejati Gresik sekaligus Kasi Intel, Marjuki, Jumat (27/7/2018).

Marjuki mengatakan, dari tersangka Slamet Efendi diamankan barang bukti uang tunai Rp 5 Juta dari total Rp 70 Juta.

"Barang bukti yang berhasil disita menjadi barang bukti hanya Rp 5 Juta dari total Rp 70 juta," katanya.

Sementara Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Gresik, Andrie Dwi Subianto, mengatakan bahwa tersangka Kades Saudji telah memasuki tahap dua. Sehingga berkasnya telah dilimpahkan ke Kejari Gresik.

"Tadi tersangka Kades Saudji telah dilimpahkan ke kejaksaan negeri Gresik. Dalam waktu dekat akan dijadwalkan sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya," kata Andrie.

Adi Sutrisno, kuasa hukum kedua tersangka mengatakan bahwa kedua kliennya telah mengakui bersalah. Sehingga bersedia mengembalikan uang kerugian negara.

"Pak Saudji telah mengembalikan uang negara Rp 75 juta. Sisanya Rp 100 juta nanti setelah proses persidangan," kata Adi.

Sedangkan Kades Laban Menganti, Adi juga mengatan bahwa kliennya bersalah telah meminta uang kepada masyarakat.

"Tapi uang itu tidak dipakai sendiri, tapi untuk membangun lapangan voli. Saya ada bukti pembangunan dan kuitansi pembayaran proyeknya," katanya. 

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help