Lifestyle

Busana Klasik lewat Monochrome Glam, Terinspirasi Gaya Aristokrat Eropa Era 1940-an

Busana bergaya klasik tetap menjadi primadona bagi kaum milenial. Ini yang jadi dasar munculnya tren busana elegan bertema Monochrome Glam.

Busana Klasik lewat Monochrome Glam, Terinspirasi Gaya Aristokrat Eropa Era 1940-an
surya/ahmad zaimul haq
Busana karya desainer Surabaya Elizabeth Njo May Fen bertema Monochrome Glam. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Busana bergaya klasik tetap menjadi primadona bagi kaum milenial. Ini yang jadi dasar munculnya tren busana elegan bertema Monochrome Glam.

Desainer Surabaya, Elizabeth Njo May Fen menuturkan, busana yang dibuatnya ini terinspirasi dari gaya aristokrat di Eropa, terutama Inggris, pada era 1940-an. Pada gaya busana ini, tampilan press body menjadi daya tarik lebih, dibandingkan corak warna.

“Busana ini membuat pemakai bisa tampil elegan, menawan namun tetap seksi dan tampak langsing,” jelasnya di sela-sela acara Aging Gracefully di Java Paragon, Jumat (27/7/2018).

Mengusung delapan busana, Monochrome Glam ini menggunakan bahan tenun yang dipadu dengan kain beludru. Paduan ini membuat busana lebih dingin, lembut, halus, dan berkilau.

Pemakaian beludru ini dimodifikasi dengan cara dibordir menjadi bahan seperti jaring (net). Adanya bentuk jaring ini membuat busana lebih ringan dan makin dingin.

“Ini menjadikan busana lebih elegan dan glamour,” ujarnya.

Pada bagian atasan, dia menggunakan potongan high V neck dan round neck, untuk mempertegas kesan elegan dan ningrat.

Ini ditambah pula dengan corak warna yang minimalis atau monokromatik, yakni hitam dan putih. Tak ada motif sulit dari busana ini, sehingga terkesan sederhana tapi mewah. Agar tak terkesan transparan, dia menambahkan kemeja putih untuk baju dalam.

“Yang juga jadi ciri khas, semua busana dibuat press body, terutama di bagian pinggang. Si pemakai busana bakal terlihat langsing,” katanya.

Tampilan busana ini makin mewah, dengan adanya aksesoris berupa kuku panjang dan head pieces berupa pill box hat. Pill box hat ini adalah topi bundar kecil dari bahan tenun dan beludru. Warna head pieces ini juga sama, yakni hitam dan putih. “Ini untuk mempercantik penampilan,” katanya.

Dengan tampilan elegan dan mewah ini, maka busana itu sangat sesuai dipakai perempuan dewasa, mulai usia 27 hingga di atas 50 tahunan.

Busana ini juga cocok dipakai untuk acara pesta coctail atau hang out bersama teman pada acara tematik. “Busana ini bisa dipakai siang atau malam hari,” pungkasnya.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help