Citizen Reporter

Yuk Belajar Lengkap di Pondok

Jika boleh memilih, para santri tentu lebih nyaman tinggal di rumah. Namun, mereka memilih hidup mandiri dan belajar ilmu agama dan ilmu lainnya.

Yuk Belajar Lengkap di Pondok
ist

Dua pekan lalu seluruh lembaga pendidikan di Indonesia diwarnai dengan penerimaan siswa-siswi baru di berbagai jenjang pendidikan formal. Jika di tingkat sekolah dasar dan menengah ada masa pengenalan lingkungan sekolah, di pondok pesantren juga demikian.

Di pesantren, para murid yang disebut santri tinggal dan belajar. Para santri diasuh kiai dibantu para ustaz atau ustazah dan dewan pengurus.

Jika boleh memilih, para santri tentunya lebih nyaman tinggal di rumah layaknya remaja seusianya. Namun, mereka memilih meninggalkan itu semua guna hidup mandiri dan belajar ilmu agama dan dispilin ilmu lainnya.

Willy, santri kelas 10 asal Tangerang menikmati hidup di pesantren. Ia merasa di pondok itu seru dan menantang.

“Seru karena banyak teman. Menantang karena kami harus belajar hidup mandiri, mulai dari mencuci baju, menata isi lemari, hingga mengikuti kegiatan sehari-hari yang beragam,” tutur Willy, Kamis (26/7/2018).

Yang menarik, kini perkembangan pesantren juga tidak kalah dengan lembaga pendidikan lain. Para santri sudah banyak belajar tentang IT, entrepreneurship, fotografi, dan sebagainya.

Dari segi manajerial, pesantren sudah bertransformasi menjadi tempat belajar yang nyaman, bersih, materi belajar yang up to date, serta tata kelola manajemen yang lebih rapi. Para santri pun betah sehingga lebih cepat beradaptasi.

Itu diamini Tasya, siswi kelas 7 asal Sidoarjo. Dia cepat betah karena proses kegiatan sehari-hari dibantu para pembina dan pengurus pesantren. Pun demikian dengan teman-teman kamarnya yang mudah diajak berinteraksi.

Di samping belajar mengaji, para santri juga diberi banyak materi yang seru dan menantang. Ini karena pendidikan di pesantren bersifat 24 jam, sedangkan di sekolah formal hanya 6 jam.

Di antara kegiatan yang asyik dan seru bagi para santri adalah pelatihan leadership, latihan pidato (public speaking), rebana/banjari, olahraga bersama, English-Arabic Language Club, outbound, dan pentas seni. Kelak ketika lulus mereka berkesempatan mendapatkan beasiswa berkuliah di Timur Tengah.

So, bagi para remaja, jika ada kesempatan, silakan berkunjung ke pesantren untuk melihat lebih dekat betapa seru dan asyiknya kegiatan di sana selama 24 jam. Ada banyak kegiatan yang menyenangkan dan tentunya sarat dengan nilai-nilai pendidikan karakter. Mondok itu asyik, kawan!

Akhmad Kanzul Fikri
Ketua Yayasan PP.Al-Aqobah Jombang
akhmadkanzulfikri87@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help