Berita Situbondo

Sapi Seberat 1.214 Kg Juarai Kontes Ternak di Situbondo

kontes ternak yang digelar setiap tahun di Situbondo mengalami perkembangan yang signifikan.

Sapi Seberat 1.214 Kg Juarai Kontes Ternak di Situbondo
surya/izi hartono
Sapi kontes saat mengikuti pawai ternak di areal kontes dan Expo Agribinis di Situbondo. 

SURYA.co.id | SITUBONDO - Dinas Peternakan Pemkab Situbondo menggelar kontes ternak dan Expo Agribisnis Peternakan. Kontes ternak ke-20 yang berlangsung Kamis 26 Juli 2018 tersebut, diikuti sebanyak 170 ekor sapi dan 68 ekor kambing dari berbagai kabupaten di Jawa Timur.

Dalam kontes ternak dan Expo Argribisnis, untuk kategori Kereman Ekstrim, juara satu diraih sapi milik H Kusnan, asal Kabupaten Bojonegoro dengan bobot sapi mencapai seberat 1.214 kilogram.

Sedanglan juara dua diraih sapi milik Aji Samoko, asal Kabupaten Lumajang dengan sapi seberat 1 ton 202 kilogram dan juara tiga diraih sapi milik Arifin, asal Kabupaten Situbondo dengan bobot berat 1 ton 158 kilogram.

Sedangkan juara umum dalam kontes ternak dan Expo Agribisnis 2018 diraih Kecamatan Panji.

Kepala Dinas Peternakan Situbondo, Aries Marhento, mengatakan kontes ternak yang digelar setiap tahun mengalami perkembangan yang signifikan.

Untuk itu, kata Aries, pihaknya berharap memberikan kontribusi kepada Pemkab dan para peternak yang mulai bergerak kembali untuk menopang ketahanan daging, terutama di Kabupaten Situbondo.

"Untuk di Situbondo, stok daging sudah surplus dan kotribusi ke pemerintah pusat dan propinsi sudah sangat besar," ujar Aries Marhento kepada sejumlah wartawan.

Dikatakan, perekonomian para peternak di Situbondo mulai berputar balik, sehingga yang semula para peternak dengan cara tradisional dan kini berubah menjadi cara teknologi yang diharapkan ada perubahan regulasi.

"Untuk sapi betina di Situbondo aman dan tidak akan dipotong, sehingga populasi ternak di Situbondo tetap terjaga," katanya

Sementara itu, Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi, menambahkan dengam kontes ternak ini, maka menunjukkan program pemerintan sudah berhasil. Untuk itu, pihak akan terus melakukan pemantauan hingga tahun 2019.

"Jawa Timur sudah menopang sebesar 50 persen kebutuhan daging secara nasional," kata Yoyok.

Program upsus siwab, kata wabub Yoyok, sudah berjalan dengan baik. Sehingga pihaknya akan terus memantau populasi ternak di Situbondo hingga tahun 2018.

"Di Jawa Timur merupakan penopang kebutuhan daging secara nasional hingga mencapai 50 persen," jelasnya.

Untuk populasi ternak jika dirata-ratakan sebesar 14 ribu, namun saat ini sudah naik menjadi 16 hingga Rp 17 ribu.

" Saya berharap pertumbuhan populasi mencapai target, sehingga Situbondo bisa nomor satu," pungkasnya.

Penulis: Izi Hartono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved