Berita Madiun

Pengedar Narkoba Kota Madiun Ditangkap di Rumah Kos Saat Akan Menjual Sabu-sabu

Pengedar narkoba di Kota Madiun digerebek polisi di sebuah rumah kos di Jl Margatama Barat, Kecamatan Kartoharjo

Pengedar Narkoba Kota Madiun Ditangkap di Rumah Kos Saat Akan Menjual Sabu-sabu
surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Kapolres Madiun Kota, AKBP Nasrun Pasaribu, menunjukan barang bukti berupa sabu. 

SURYA.co.id|MADIUN - Pengedar narkoba jenis sabu-sabu di Kota Madiun digerebek anggota Satresnarkoba Polres Madiun Kota di sebuah rumah kos di Jalan Margatama Barat, Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

Pengedar yang juga pemakai narkoba ini digerebek saat hendak mengirim paket sabu-sabu ke calon pembeli.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Nasrun Pasaribu, mengatakan pengedar sabu-sabu ini berinisial DE alias Maling (38), warga Desa Sugih Waras, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan.

Dia ditangkap saat akan mengedarkan paketan sabu ke konsumennya, pada Senin (25/6/2018).

Dari tangan tersangka polisi menemukan 18 paket sabu yang dibungkus plastik klip dengan total 11,2 gram.

18 paket sabu tersebut berisi sekitar 0,36 gram hingga 1,91 gram yang sudah siap edar. Setiap paket dijual dengan harga antara Rp 100.000 hingga Rp 300.000.

Nasrun menuturkan, tertangkapnya pengedar narkoba ini berkat infomasi masyarakat yang mengetahui aktivitas tersangka.

"Kami mendapatkan informasi dari masyarakat terkait peredaran narkoba yang keluar dan masuk di Madiun. Lalu kami lakukan pemantauan satu hingga dua pekan. Kemudian kami menangkap tersangka dengan barang bukti sabu-sabu 11,2 gram," kata AKBP Nasrun kepada wartawan, Kamis (26/7/2018).

Kepada polisi, tersangka menyangkal sabu yang dimilikinya hanya dikonsumsi sendiri. Namun, berdasarkan barang bukti berupa sabu yang dibungkus dengan plastik dan timbangan digital, membuktikan bahwa sabu itu akan diedarkan.

Nasrun mengatakan hingga saat polisi belum mengetahui dari mana sabu itu didapat serta kepada siapa saja barang ini dijual. Sebab, tersangka tidak mau menyebutkan dari mana sabu-sabu itu didapat.

"Sudah kami dalami, kan tidak mungkin bahwasanya tersangka tidak mengetahui barangnya, atau pun dapat dari mana. Namun demikian dia tetap tidak mengetahui orang yang menjual atau yang memberikan kepada tersangka," jelasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun. 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help