Pacu Industri Kuliner Kreatif, Bekraf Launching Platform Kreatifood 2018

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terus melakukan pengembangan subsektor kuliner dengan melaunching platform Kreatifood 2018.

Pacu Industri Kuliner Kreatif, Bekraf Launching Platform Kreatifood 2018
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Founder Foodlabindonesia.com, Bonnie Susilo (kanan) berdialog dengan Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri, Sappe M P Sirait (tengah) di area pameran FoodStratup Indonesia di Ciputra World Surabaya, Kamis (26/7/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terus melakukan pengembangan subsektor kuliner dengan melaunching platform Kreatifood 2018.

Langkah itu dilakukan untuk memberikan peningkatan melalui cara menghubungkan perusahaan rintisan (startup) kuliner kepada kanal distribusi dan pemasaran produk serta meningkatkan peluang investasi baru dari sisi permodalan non perbankan.

Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri Bekraf, Sappe M P Sirait, mengatakan Kreatifood merupakan adalah event reguler Bekraf yang memberikan wadah kepada pelaku ekonomi kreatif di bidang kuliner.

"Merupakan wadah pecinta kuliner nusantara yang memamerkan dan memasarkan hasil kreasi atau produknya ke masyarakat lokal yang nantinya di harapkan bisa bersaing di pasar nasional dan internasional," jelas Sappe, di Surabaya, Kamis (26/7/2018).

Kegiatan ini sudah digelar sejak tahun 2016. Di tahun 2018 ini, kegiatan yang dilakukan oleh Deputi Pemasaran ini, kota Surabaya merupakan kota pertama penyelanggaraan.

"Bekraf berupaya meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif bidang kuliner dengan memberikan tambahan pengetahuan seputar ilmu investasi, kesiapan memasarkan di luar negeri dan bagaimana melakukan pengembangan kapasitas produksi,” tambah Sappe.

Selain itu Bekraf juga berupaya untuk mempertemukan pelaku ekonomi kreatif tersebut dengan pelaku rantai produksi lainnya (distributor atau reseller lokal).

“Kontribusi Bekraf ini merupakan salah satu wujud intervensi pemerintah terhadap perkembangan ekonomi kreatif Indonesia. Dengan adanya keterlibatan penuh dari pemerintah dan kerjasama pemerintah dengan pihak swasta, diharapkan menjadi akselerator perkembangan ekonomi kreatif menjadi lebih cepat serta dapat menginspirasi para pelaku ekonomi kreatif lainnya,” ungkap Sappe.

Sedangkan kontribusi PDB ekonomi kreatif (ekraf) subsektor kuliner tahun 2016 adalah yang terunggul berdasarkan survei khusus ekraf oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu mencapai 41,4 persen.

Pada tahun 2016, nilai ekspor kuliner mengalami peningkatan sebesar 6,92 persen menjadi 1.206,5 juta dolar Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya 1.179,0 juta dolar AS.

Kegiatan Kreatifood 2018 ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Bekraf bagi subsektor penyumbang PDB ekraf terbesar tersebut.

Perwakilan Perkumpulan Food Startup Indonesia, Bonnie Susilo menambahkan, peserta Kreatifood 2018 merupakan pelaku ekonomi kreatif yang ikut dalam kompetisi Food Startup Indonesia yang juga merupakan program Bekraf melalui deputi Akses Permodalan.

“Sebanyak 95 peserta yang telah melalui tahapan kurasi untuk mengikuti kompetisi Food Startup Indonesia dan tertinggi ada di Bandung dan selanjutnya disusul Surabaya yang akan unjuk kemampuan bidang pemasaran selama tiga hari,” jelas Bonnie.

Rencananya Kepala Bekraf, Triawan Munaf , akan membuka kegiatan Kreatifood, Jumat (27/7/2018). Selanjutnya kegiatan yang digelar di atrium mal Ciputra World Surabaya itu akan berlangsung hingga Minggu (29/7/2018).

Peserta kegiatan ini adalah pelaku di industri kuliner yang telah eksis sejak lama maupun baru. Setelah Surabaya, kegiatan Kreatifood akan berlanjut ke 9 kota Indonesia lainnya. Yaitu Medan, Palembang, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Malang, Samarinda, Makassar dan terakhir Denpasar.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help