Berita Tulungagung

BPBD Tulungagung Memantau Kondisi Gelombang Tinggi di Tiga Pantai

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung terus memantau gelombang tinggi di pesisir selatan Jawa.

BPBD Tulungagung Memantau Kondisi Gelombang Tinggi di Tiga Pantai
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Keramba ikan yang terdampar di Pantai Sidem karena ombak besar. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung terus memantau gelombang tinggi di pesisir selatan Jawa.

Menurut Kepala BPBD Tulungagung, Suroto, pihaknya sudah menerima peringatan ombak dini ini dari BMKG.

Ombak tinggi akan terjadi dari 22 Juli hingga 26 Juli 2018, kemudian diperpanjang 26 Juli hingga 29 Juli 2018.

“Ombak bervasiasi antara dua meter hingga enam meter,” terang Suroto, Kamis (26/7/2018).

Baca: Ombak Besar Pantai Sine Tulungagung Juga Menghancurkan Dapur Rumah Warga

Di Tulungagung secara khusus ada tiga pantai yang menjadi perhatian, yaitu Popoh dan Sidem di Kecamatan Besole, dan Sine di Kecamatan Kalidawir.

Sebab ketiga pantai itu ada permukiman penduduk, yang posisinya dekat dengan bibir pantai.

BPBD telah memberi himbauan agar semua warga tidak turun ke laut selama rentang peringatan BMKG.

“Dari waktu ke waktu kami berkomunikasi terus dengan relawan penanggulangan bencana yang ada di pesisir,” tambah Suroto.

Baca: Ombak Tinggi Capai 4 Meter, Nelayan Puger, Jember, Enggan Melaut

Para relawan ini yang selalu memberikan gambaran perkembangan di setiap titik rawan ombak tinggi.

Sejauh ini belum ada korban jiwa. Ombak tinggi juga tidak sampai merusak tempat tinggal warga.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved