Berita Mojokerto

Siswi SMAN 1 Gondang yang Dihukum Squat Jump Dinyatakan Membaik. Begini Hasil Medis Dokter

Kondisi kesehatan Hanum semakin membaik bahkan sudah bisa berjalan, dokter membolehkan pulang ke rumah.

Siswi SMAN 1 Gondang yang Dihukum Squat Jump Dinyatakan Membaik. Begini Hasil Medis Dokter
surya/mohammad romadoni
Hanum saat berada di dalam mobil ambulans Puskesmas Gondang menuju ke RSUD Prof Dr Soekandar, Jumat (20/7/2018) 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Setelah enam hari dirawat intensif di RSUD Prod Dr Soekandar Mojosari, kondisi Mashanum Dwi Aprilia (16) mulai membaik. Siswi kelas XI SMAN 1 Gondang, Mojokerto, ini sempat tidak bisa berjalan dan terancam lumpuh setelah diberi hukuman squat jump puluhan kali oleh anggota dan seniornya.

Dua dokter spesialis saraf dan rehab medis menyatakan kondisi kesehatan Hanum semakin membaik bahkan sudah bisa berjalan. Karenanya, dokter membolehkan Hanum untuk pulang ke rumah.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Prof Dr Soekandar, Mas'ulah, menjelaskan pasiennya telah membaik semenjak Senin kemarin. Tidak ada keluhan rasa nyeri pada kaki dan bagian tulang belakangnya. Namun dokter yang merawatnya memperpanjang perawatan dua hari untuk dilakukan observasi pasien.

"Kalau sudah diperbolehkan pulang berarti telah kondisi sudah membaik," ujarnya, Rabu (26/7/2018).

Kendati demikian, Hanum tetap berada dalam pengawasan medis untuk menjalani rawat jalan. Untuk pasien rawat jalan wajib melakukan chek-up satu kali dalam sepekan.

"Rawat jalan di Poli Saraf," sambungnya.

Sementara Khoirul Wafa perwakilan Pondok Pesantren Al-Ghoits mengatakan Hanum meninggalkan rumah sakit sekitar pukul 12.00 WIB.

Hanum yang juga merupakan santri tersebut dibawa ke rumahnya di Desa Bareng Krajan, Krian Sidoarjo. Pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan Hanum kembali bersekolah.

"Kami tidak tahu belum diberi kabar," imbuh Khoirul.

Sebelumnya, Hanum menjalani pemeriksaan medis Radiologi untuk mengetahui kondisi tulang belakang yang mengalami cedera parah diduga setelah melakukan hukuman fisik squat jump puluhan kali sekolahnya karena terlambat datang saat  ekskul Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) di sekolahnya.

Dari hasil pemeriksaan fakta medis tidak ada kelainan pada tulang belakangnya dan sistem sarafnya.

Selain itu, berdasarkan hasil Rontgen (Radiografi) tidak ditemukan tanda memar atau trauma di bagian tulang belakang.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help