Sambang Kampung Ketintang

Ibu-ibu PKK Olah Tanaman Toga Menjadi Minuman Herbal

Minuman hasil olahan mereka diberi nama singkatan unik yakni panjare (pandan jahe merah dan sereh) serta kami sereh (kayu manis sereh).

Ibu-ibu PKK Olah Tanaman Toga Menjadi Minuman Herbal
surya/sugiharto
Ibu-ibu PKK RT 2 Ketintang Baru memperlihatkan tanaman toga sebagai bahan minuman herbal. 

Surya.co.id | SURABAYA - Ibu-ibu PKK RT 2 Ketintang Baru manfaatkan tanaman toga untuk olahan minuman herbal. Minuman hasil olahan mereka diberi nama singkatan unik yakni panjare (pandan jahe merah dan sereh) serta kami sereh (kayu manis sereh).

"Selain itu kami juga membuat olahan minuman belimbing wuluh," kata Diah Puspitosari selaku ketua PKK RT 2, Rabu (25/7/2018).

Diah menceritakan, cara mengelolah minuman itu didapat dari anggota PKK RT 2 bernama Nunuk Widiyawati. Kata Diah, Nunuk sering mengikuti pelatihan mengolah minuman herbal yang diadakan Disperindag.

"Setelah mengikuti pelatihan bu Nunuk mengajari kami untuk membuat minuman herbal di kediamannya," terangnya.

Proses pembuatannya setiap satu bulan tiga kali tergantung pemesanan. Mereka juga menjual produk minuman itu di event bazar UKM. Setiap satu botol ukuran 600 ml dibanderol seharga 7000 sampai 10.000.

"Selama ini kami masih menjual dengan cara dari mulut ke mulut saja dari tamu tamu yang datang kesini lalu menceritakan ke kerabatnya tentang produk kami. Hasil keuntungannya untuk perawatan tanaman toga dan dimasukkan ke kas PKK," paparnya.

Anggota PKK lain, Fitri Chandra, mengatakan produk olahannya dijamin sehat serta tenpa bahan pengawet. Kami juga menggunakan gula merah dan gula batu yang rendah kadar gulanya.

"Minuman kami sudah diperiksa Diperindag dan hasilnya layak untuk dikonsumi," kata Fitri.

Fitri menceritakan awal mula mendirikan usaha olahan minuman yang diberi nama Mandiri Abadi, ibu-ibu PKK mengalami sedikit kesulitan. Mereka beberapa kali gagal dalam menakar bahan dasar minuman, kadang terasa terlalu asam kadang pula terlalu manis.

"Akhirnya setelah kami membuat olahan itu kami berikan tester ke warga yang sering minum minuman herbal. Hingga mendapatkan rasa yang pas seperti ini," ungkapnya.

Sementara itu Yuli Darmawati selaku Lurah Ketintang sangat mendukung dan mengapresiasi para warga yang mendirikan UKM. Karena dari UKM itulah mereka bisa mendapatkan pemasukan tambahan.

"Pihak kami siap menjembatani kepihak DKRTH jika ibu-ibu PKK Ketintang baru jika kekurangan bahan dasar tanaman toga. Kami dukung penuh UKM yang ada di Kelurahan Ketintang," pungkasnya. (Nen)

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved