Berita Gresik

Air Bersih di Gresik Dikeluhkan Warga karena Sering Mampet, begini Respons PDAM Gresik

Beberapa warga Gresik yang mengalami gangguan pelayanan PDAM menyayangkan pelayanan air bersih yang kurang lancar.

Air Bersih di Gresik Dikeluhkan Warga karena Sering Mampet, begini Respons PDAM Gresik
Surya.co.id/sugiyono
AIR BERSIH- Seorang pelanggan di Desa Randuagung Kecamatan Kebomas memeriksa meteran air yang sering mengecil di saat pagi dan sore hari, Rabu (25/7/2018). 

Surya/Moch Sugiyono
AIR - Seorang pelanggan di Desa Randuagung Kecamatan Kebomas sedang memeriksa meteran yang sering mengecil disaat pagi dan sore hari, Rabu (25/7/2018).

 SURYA.co.id | GRESIK -Sejumlah pelanggan PDAM Gresik mengeluhkan pelayanan air bersih yang sering mampet, terutama di musim kemarau warga sangat membutuhkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Beberapa warga Gresik yang mengalami gangguan pelayanan PDAM menyayangkan pelayanan air bersih yang kurang lancar. Walaupun ada tandon, pelanggan harus menyiapkan dana lebih agar mempunyai air bersih.

"Saat pagi dan sore hari saat musim kemarau sering lambat atau air mengecil, sehingga harus meluangkan waktu pada malam hari untuk mendapatkan air PDAM," kata Madrim, warga Desa Randuagung Kecamatan Kebomas, yang sangat membutuhkan air untuk usaha warung kopi dan warung makan, Rabu (25/7/2018).

Madrim menambahkan bahwa kebutuhan air untuk di warung dan kebutuhan keluarga sehari-hari sangat banyak sehingga air menjadi kebutuhan pokok yang harus ada. Oleh karena itu, setiap bulan membayar air PDAM mencapai Rp 125.000 sampai Rp 150.000.

"Ya wajar, karena kebutuhan keluarga dan untuk usaha, tapi kalau air PDAM lancar ya lebih baik. Saya tidak mengeluh tapi pelayanan PDAM harus bagus," katanya.

Begitu juga dirasakan pelanggan PDAM di dusun Srembi Desa Kembangan Kecamatan Kebomas. Pelanggan yang membuka usaha laundry ini mengeluh pelayanan PDAM karena air mampet. Sehingga terpaksa membeli air bersih untuk mencuci pakaian pelanggan yang harus segera kering.

"Kemarin sehari airnya mampet tidak mengalir. Terpaksa beli air untuk isi tandon," kata Siti.

Siti menambahkan bahwa selama ini pembayaran PDAM rata-rata setiap bulan mencapai Rp 150.000. "Tiap bulan ya diperiksa petugas PDAM, tapi kok bayarnya tetap mahal," katanya.

Valve rusak 
Pejabat pelaksana (Plt) Direktur Utama PDAM Kabupaten Gresik Siswadi Aprilianto mengatakan musim kemarau ini memang ada penurunan debit air, namun berapa kubik penurunannya belum diketahui.

"Penurunan debit air pasti ada saat musim kemarau ini. Tapi berapa persentase penurunan air itu belum diketahui," kata Siswadi melalui telepon selulernya.

Lebih lanjut Siswadi menjelaskan bahwa salah satu penyebab mampetnya air bersih PDAM karena ada valve yang rusak di wilayah Driyorejo. Pipa itu salah satu saluran air ke wilayah kota.

"Kemarin perlu waktu hampir lima jam untuk perbaikan. Mungkin itu yang menyebabkan pelayanan aliran air tidak mengalir di wilayah Srembi," imbuhnya.

Terkait dengan pelayanan tarif PDAM yang mahal, Siswadi menjalankan bahwa petugas kontrol dari PDAM selalu datang ke rumah pelanggan untuk memeriksa meteran air. Kedatangan petugas PDAM itu untuk memfoto meteran air sehingga dipastikan tidak ada data pelanggan yang tidak akurat.

"Kalau ada keluhan pelanggan bisa datang langsung ke kantor PDAM nanti akan diperiksa struk tagihan dan diperiksa data laporan pengguna airnya," katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved