Berita Tulungagung

Dua Sahabat Buruh Serabutan di Tulungagung Berurusan dengan Polisi, Gara-gara Jualan Barang Ini

Dua sahabat yang bekerja sebagai buruh serabutan di Tulungagung ini terpaksa berurusan dengan polisi. Gara-gara jualan barang ini.

Dua Sahabat Buruh Serabutan di Tulungagung Berurusan dengan Polisi, Gara-gara Jualan Barang Ini
surya/istimewa
Grandong dan Botak, dua pengedar pil LL yang ditangkap Satreskoba Polres Tulungagung. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Polisi dari Satreskoba Polres Tulungagung menangkap Suyono alias Grandong (31) warga Desa/Kecamatan Kedungwaru dan Yudip Catur Meidiono alias Botak (24) warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Gondang.

Kedua laki-laki ini diduga sebagai pengedar obar terlarang jenis dobel L.

Menurut Kasubag Humas Polres Tulungagung, Iptu Sumaji, Grandong ditangkap saat bertransaksi di sebuah warung kopi di Desa Rejosari, Kecamatan Gondang.

“Saat digeledah, ditemukan pil dobel L yang dibungkus dalam plastik,” terang Sumaji.

Polisi menyita pil memabukkan ini sebanyak 48 butir dan uang hasil penjualan Rp 140.000, serta dua buah telepon genggam.

Grandong mengaku mendapatkan pil dobel L itu dari Botak.

Grandong membeli pil dobel L seharga Rp 150.000 untuk 100 butir.

Pil kemudian diecer dengan kemasan enam butir dan dijual Rp 20.000 per kemasan.

Grandong juga diminta menunjukkan rumah Botak.

“Botak ini diketahui ada di pinggir dalam, saat tim dalam perjalanan ke rumahnya. Dia kemudian ditangkap,” tambah Sumaji.

Polisi menyita enam butir pil dobel L dan uang tunai Rp 10.000.

Di depan penyidik, keduanya mengaku berjualan pil dobel sejak dua bulan terakhir.

Uang hasil penjualan untuk ngopi. Barang haram ini dijual kepada teman dekat, dan sebagian dikonsumsi sediri.

“Dari pemeriksaan, keduanya memang pelaku baru. Sebelumnya belum pernah berurusan dengan hukum karena kasus narkoba,” tandas Sumaji.

Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help