Berita Madiun

Divonis 5 Tahun Penjara, Mahasiswa Pencabul Anak di Madiun Ini Belum Masuk Bui, Ada Apa?

Terdakwa kasus pencabulan anak di bawah umur di Madiun ini ternyata masih bisa menghirup udara dengan bebas di luar penjara.

Divonis 5 Tahun Penjara, Mahasiswa Pencabul Anak di Madiun Ini Belum Masuk Bui, Ada Apa?
surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi, diperagakan oleh model 

SURYA.co.id | MADIUN - Bayu Samodra Wijaya (21), terdakwa kasus pencabulan anak di bawah umur ternyata masih bisa menghirup udara dengan bebas di luar penjara.

Sebab, meski Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun, Kejari Kota Madiun belum dapat melakukan eksekusi terhadap terdakwa karena masih menunggu putusan lengkap.

Kepala Seksi Pidana Umum, Kejari Kota Madiun, Hambaliyanto menuturkan, pihaknya memang telah menerima petikan putusan dari MA bernomor 1741K/Pid.Sus/2017 yang diterbitkan pada 11 Desember 2017, dan diterima Kejari Kota Madiun pada 29 Januari 2018, lalu.

Namun, tanpa putusan lengkap, pihaknya tidak dapat melakukan eksekusi.

"Kami belum melakukan eksekusi karen masih menunggu putusan lengkap dari MA,"kata Hambaliyanto saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/7/2018) siang.

Ditanya, kapan putusan lengkap akan diterima, pihaknya mengaku belum mengetahui.

"Tergantung majelis MA, di sana kan ada banyak perkara yang masuk. Kita nggak bisa prediksi, kapan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun memvonis bebas terdakwa pencabulan anak di bawah umur, Bayu Samodra Wijaya (21), Senin (10/4/2017).

Terhadap putusan itu, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Madiun melakukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Hambali selaku Ketua Tim JPU pada saat itu mengaku sangat kecewa dengan hasil sidang yang dibacakan oleh ketua majelis hakim, Kadek Kusumawardhani.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved