Lapor Cak

Sungai Tenggilis Kauman Surut, Sampah Berbau Busuk Menumpuk

Surutnya sungai Tenggeilis Kauman menimbulkan masalah baru. Sampah yang mengendap menimbulkan bau busuk dan mempengaruhi kondisi air sumur.

Sungai Tenggilis Kauman Surut, Sampah Berbau Busuk Menumpuk
surabaya.tribunnews.com/danendra kusumawardana
Kondisi Sungai Tenggilis Kauman yang terletak di wilayah Kelurahan Tenggilis Mejoyo ini terhubung dari Tenggilis Lama ini, setidaknya dua RW ini kerap menimbulkan bau tidak sedao dan terlihat kotor karena sampah yang tersangkut, Minggu (22/7/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sungai di kawasan Tenggilis Kauman belakangan cukup meresahkan warga. Pasalnya karena debit sungai kecil, terlihat banyak sampah. Selain itu, bau busuk tercium bahkan hingga mempengaruhi kondisi air di sumur warga yang berdekatan dengan sungai.

Sungai Tenggilis Kauman yang terletak di wilayah Kelurahan Tenggilis Mejoyo ini terhubung dari Tenggilis Lama. Setidaknya dua RW dilalui oleh sungai ini.

Salah seorang warga yang enggan disebut namanya mengungkapkan. bau tidak sedap sudah terasa bertahun-tahun. Hanya saja beberapa hari ini saat debit sungai menipis bau tersebut cukup menyengat.

"Di sini banyak industri tempe, beberapa produsennya buang limbahnya di sungai langsung makanya kalau pas surut bisa bau sekali,"urai wanita yang tinggal di bantaran sungai ini.

Menurutnya, ia dan keluarganya kerap membersihkan sampah yang menyangkut di jembatan jalan Tenggilis Kauman. Namun, ia menyangkal jika sampah itu berasal dari lingkungannya.

"Ada orang bilang sampahnya dari orang di bantaran sungai. Padahal kalau warga sini semua punya tong sampah dan selalu diangkut petugas. Sampahnya ini kiriman dari hulu sungai,"urainya.

Selain warga, menurutnya dinas kebersihan juga kerap membersihkan sungai beberapa hari sekali. Hanya saja sampah tetap menumpuk, apalagi saat malam ada pengendara yang memang sengaja membuang sampah ke sungai.

Iapun berharap adanya pengolahan limbah dari industri tempe di lingkungannya sebelum dibuang ke sungai.

Hal Serupa diungkapkan Anggi (27). Menurutnya perlu diadakan normalisasi sungai agar sampah dan limbah yang berbau busuk tidak mengendap. 

"Selama ini baunya kalau airnya tidak mengalir, jadi sampah numpuk. Air limbah menggenang dan busuk,"ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help