Berita Mojokerto

Siswi SMAN 1 Gondang Mojokerto Dihukum Squat Jump dan Terancam Lumpuh, Dindik Jatim Lakukan Ini

Siswi SMAN 1 Gondang Mojokerto dihukum squat jump dan terancam lumpuh, Dindik Jatim lakukan ini.

Siswi SMAN 1 Gondang Mojokerto Dihukum Squat Jump dan Terancam Lumpuh, Dindik Jatim Lakukan Ini
surya/mohammad romadoni
Siswi SMAN 1 Gondang yang lumpuh usai jalani hukuman squat jump dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Wilayah Kota/Kabupaten Mojokerto menilai hukuman squat jump pada Mashanum Dwi Aprilia (16) siswi SMAN 1 Gondang Mojokerto, disinyalir karena minimnya pengawasan ditambah ketidakseriusan dari pihak sekolah.

Akibat hukuman squat jump tersebut, Mashanum teracam mengalami kelumpuhan.

Dindik Jatim mewanti-wanti kepada pihak sekolah agar tidak lagi meremehkan pengawasan kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) di sekolahnya.

Mariyono, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kota/Kabupaten Mojokerto telah meminta pihak sekolah memberikan pendampingan intens pada Ekskul siswa.

Ini agar bisa mengontrol apabila ada aturan yang melenceng dari kegiatan tersebut.

"Kami menekankan SOP dan pengawasan yang melekat saat kegiatan siswa Ekskul pada seluruh sekolah di Mojokerto," ucapnya Minggu (22/7/2018).

Dia mengatakan pihak sekolah yaitu pembina Ekskul atau kepala sekolah mempunyai tanggung jawab untuk mengawasi seluruh kegiatan siswanya.

Jangan sampai kegiatan Ekskul luput dari pengawasan, bahkan tidak tahu ada hukuman squat jump saat pelatihan Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) seperti di SMAN 1 Gondang.

"Hukuman squat jump adalah kesepakatan anggota Ekskul UKKI tidak mungkin berjalan kalau ada pengawas dari pembina maupun kepala sekolahnya," ujarnya.

Mariyono menambahkan Dindik Jatim berencana akan memanggil seluruh kepala sekolah di Kota/ Kabupaten Mojokerto untuk mengantisipasi supaya kejadian seperti yang dialami oleh Hanum tidak terulang kembali.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help