Berita Surabaya

Penghuni Bermobil Rusun Urip Sumoharjo Diminta Serahkan Kunci, Warga Tolak Tarif Baru karena . . . .

Salah seorang pengurus Rusun Urip Sumoharjo, Mulyono, menuturkan warga sebenarnya membayar seperti biasanya tarif lama.

Penghuni Bermobil Rusun Urip Sumoharjo Diminta Serahkan Kunci, Warga Tolak Tarif Baru karena . . . .
surya/ahmad zaimul haq
Rusun Urip Sumoharjo di antara gedung tinggi difoto dari Hotel Santika Pandegiling, Surabaya, Rabu (27/4/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Salah seorang pengurus Rusun Urip Sumoharjo yang juga mengelola Sentra PKL Urip, Mulyono, menuturkan warga sebenarnya membayar seperti biasanya sesuai tarif lama Rp 60.000 per bulan. 

Kemudian mereka mengetahui kalau setiap penghuni wajib membayar Rp 120.000 per bulan. Sedang mereka telanjur membayar Rp 60.000, sehingga warga tidak membayar sekalian.

"Informasinya warga sudah membayar tapi tidak sampai ke UPT Pemkot," kata Mulyono, Minggu (22/7/2018). 

 Mereka yang menolak  membayar, kata dia,  berasalan sejak dulu sebelum ada Rusun Urip, mereka tinggal di lokasi tesebut. 

Dinas Tanah dan Aset sudah mensosialisasikan aturan baru terkait tata kelola tinggal di Rusun itu. Namun kebanyakan menolak diberlakukan tarif baru dengan alasan mereka tidak merasa diberi tahu.

Sedang  Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu menyatakan bahwa Pemkot Surabaya kini tengah menertibkan penghuni Rusunawa. Jangan sampai ada rusun yang dialihsewakan. 

Selain itu dimohon kesadarannya agar penghuni rusun yang sudah memiliki mobil menyerahkan rusun ke Pemkot. Sebab masih banyak warga yang lebih layak menempati rusun mengantre. 

 "Kami Pasangi pengumuman dan papan tulisan. Dimohon kesadarannya jika penghuni rusun punya mobil sebaiknya menyerahkan kunci rusun ke kami," tandas Yayuk.

Kenapa para panghuni rusun berlama-lama di Rusunawa? Selama ini tidak ada Perda rusunawa. Tidak ada batasan jelas seusai aturan batas masa tinggal penghuni. Namun,  ada ketentuan bahwa masa tinggal selama 3 tahun. Selanjutnya bisa diperpanjang lagi. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved