Bulutangkis

Krisis Pebulutangkis Putri Berprestasi di Level Dunia, Sigit Budiarto: 5 Sampai 8 Tahun Baru Muncul

Indonesia saat ini tengah mengalami krisis atlet bulutangkis putri yang berprestasi di level internasional.

Krisis Pebulutangkis Putri Berprestasi di Level Dunia, Sigit Budiarto: 5 Sampai 8 Tahun Baru Muncul
foto: istimewa/PB Djarum
Sigit Budiarto (tengah) berbincang dengan tim pencari bakat PB Djarum di GOR Sudirman, Minggu (22/7/2018). 

Surya.co.id | SURABAYA - Indonesia saat ini tengah mengalami krisis atlet bulutangkis putri yang berprestasi di level internasional. Meskipun banyak pihak yang berkecimpung dibidang bulutangkis.

Menengok pada beberapa tahun silam, Indonesia memiliki banyak pemain putri yang dapat berjaya hingga level internasional, diantaranya Susi Susanti, Mia Audina Tjiptawan, Ivanna Lie Ing Hoa, Verawaty Wiharjo dan Minarni Soedaryanto.

Krisis pemain ini, nampaknya lebih menyorot pada pemain tunggal putri. Sebab hingga kini belum ada yang sanggup menyamai prestasi yang diraih pendahulu mereka Susi Susanti.

Apabila melihat nama Liliyana Natsir, Greysia Polli dan Apriani Rahayu, mereka memang dapat membawa harum nama Indonesia di tingkat Internasional, namun bukan dari kategori tunggal.

Soal krisis pemain putri ini, menurut Sigit Budiarto legenda bulutangkis ganda pria, yang pernah membawa Indonesia juara dunia tahun 1997 bersama Candra Wijaya, para atlet putri yang dapat berbicara banyak dilevel internasional baru akan muncul 5-8 tahun kedepan.

"Saya yakin sektor putri beberapa tahun kedepan akan bagus. Saya lihat, mereka punya potensi yang bagus. Sekitar 5 sampai 8 tahun kedepan baru muncul," kata Sigit Budiarto, Minggu (22/7/2018).

Pihaknya menjelaskan, saat ini klub-klub di Indonesia tengah gencar melakukan pembibitan dan pencarian pemain muda berbakat untuk dapat mengikuti jejak Susi Susanti dkk.

Meski mengakui ada keterlambatan dalam hal pembibitan atlet putri khususnya posisi tunggal, namun Sigit menilai ini bukan hal yang terlambat untuk dibenahi dan dikejar.

"Mencari atlet putri tentu lebih sulit dibanding putra. Apalagi untuk peminat, putri lebih sedikit. Selain itu, butuh pembinaan klub dan ke pelatnas yang memerlukan waktu juga. Harapannya masyarakat Indonesia dapat bersabar sedikit untuk menunggu atlet-atlet putri ini muncul dan meraih prestasi di level dunia," jelasnya.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help