Pilkada 2018

Ke Ponpes LDII Jombang, Khofifah Indar Parawansa Terima Curhatan Sekolah Tak Bisa Terima Siswa

"Kami memiliki kendala tahun ini kami tidak bisa menerima 400 siswa di SMA Budi Utomo yang sudah mendaftar ke Ponpes Gading Mangu"

Ke Ponpes LDII Jombang, Khofifah Indar Parawansa Terima Curhatan Sekolah Tak Bisa Terima Siswa
SURYAOnline/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur terpilih 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa bersambang ke Pondok Pesantren Gading Mangu Perak Jombang menyapa Siswa SMA Budi Utomo, Sabtu (21/7/2018). 

SURYA.co.id | JOMBANG - Navigasi program Khofifah Indar Parawansa tak berhenti begitu saja usai terpilih sebagai Gubernur Jawa Timur Terpilih untuk periode 2019-2024. Hari ini, Sabtu (21/7/2018), Khofifah bersambang ke Pondok Pesantren Gading Mangu Perak Jombang.

Khofifah juga berkesempatan untuk menutup masa pengenalan sekolah pada siswa-siswi yang sekolah sekaligus nyantri di SMA Budi Utomo di Ponpes tersebut.

Dalam kunjungan itu Khofifah juga menerima curhatan dari yayasan yang tahun ini tak bisa menerima santri yang ingin mondok di Pesantren Gading Mangu.

Baca: Kisah Ekspedisi Kopassus di Gunung Jayawijaya, Tempat yang Rumornya Terdapat Suku Pemakan Manusia

Baca: Bung Karno Tak Melawan Saat Dihajar oleh Polisi Militer Jepang, Ternyata Demi Tujuan Lebih Besar

Baca: Suami Siri Ibunya Datang ke Rumah, Cewek 16 tahun Asal Surabaya Ini Justru Lakukan Hal Tak Terduga

Sebabnya karena mereka terdampak aturan peralihan kewenangan pendidikan menengah ke pemerintah provinsi sebagaimana termaktub dalam UU No 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah.

"Kami memiliki kendala tahun ini kami tidak bisa menerima 400 siswa di SMA Budi Utomo yang sudah mendaftar ke Ponpes Gading Mangu, karena kami memang sekolah dan pesantrennya terintegrasi," ucap Dewan Pengawas Yayasan Pendidikan Budi Utomo, Didik Tondosusilo.

Para siswa tersebut tidak bisa sekolah dan tidak bisa mondok lantaran sekolah tersebut tidak dizinkan memecah kelas baru. Menurutnya, memang aturan yang ada saat ini tidak mengizinkan untuk mendirikan SMA baru.

"Tapi kalau pemecahan itu boleh dalam aturannya. Nah, kami sudah bersurat berulang kali namun belum mendapatkan solusi. Kami sangat berharap Bu Khofifah bisa membantu membuat solusi," ucap pria yang juga Ketua LDII Jombang ini. 

Sebab 400 siswa yang tidak bisa mendapatkan pendidikan pesantren ini, menurut Didik, siapa yang akan bertanggung jawab. Harus ada solusi dari pemerintah.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua LDII Jawa Timur Amin Adi turut datang menyambut kedatangan Khofifah.

Amin mengatakan, sebagai salah satu ormas yang mendukung pasangan Khofifah Emil memiliki harapan besar pada Khofifah.

"Sebagai pendukung Bu Khofifah kita doakan bisa memimpin Jawa Timur sesuai dengan akidah hukum pemerintah. Kami berharap pemprov jangan kaku dalam menjalankan aturan, terutama masalah SMA/SMK ini, dan alhamdulillah kami tadi sudah berdikusi dengan Bu Khofifah," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Khofifah mengaku permasalahan ini akan menjadi perhatian khusus bagi dirinya. Ia menjanjikan akan mulai konsolidasikan dirinya begitu ada pemetapan KPU Jawa Timur.

"Jadi, kami akan meminta bahwa mendirikan sekolah baru dengan memisahkan atau memecah sekolah itu jangan dicampur aduk," kata Khofifah.

Sebab dikatakan Khofifah banyak orang tua yang ingin anak tidak sekedar sekolah. Melainkan juga dititipkan di pesantren. Namun ternyata kebijakan di pemprov rupanya digebyah uyah antara pengembangan pemisahan dan pendirian sekolah baru.

"Ini tidak terjadi hanya di Jombang, tapi terjadi di Sumenep Pasuruan dan Situbondo. Jadi memang harus dilihat regulasinya dan dilakukan assessment," kata Khofifah.

Jika memang sekolah induknya  clear, gurunya sudah mencukupi dan sarana prasarananya mencukupi, maka mestinya assessment-nya tidak menjadi masalah untuk sekolah ya dipecah.

"Saya akan mulai komunikasikan ini ke pemprov setelah tanggal 24 Juli, setelah penetapan," pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved