Berita Jombang

Kaki dan Tangannya Mengecil, Remaja Ini Hanya Bisa Tergolek Selama 7 Tahun di Atas Tempat Tidur

Selama tujuh tahun tergeletak, hanya bola matanya yang bergerak ke kanan dan ke kiri. Sedangkan tubuhnya nyaris tidak bergerak.

Kaki dan Tangannya Mengecil, Remaja Ini Hanya Bisa Tergolek Selama 7 Tahun di Atas Tempat Tidur
SURYAOnline/Sutono
Deni yang tergolek di ranjang ditemani ibundanya 

SURYA.co.id | JOMBANG - Sungguh memperihatinkan nasib Deni Saputra (16), anak pasangan Saiful Hakim (almarhum) dan Suparti (40) warga Desa Sentul, Kecamatan Tembelang, Jombang.

Bayangkan, selama tujuh tahun terakhir ini dia hanya bisa tergolek di atas ranjang dalam sebuah kamar orang tuanya yang tidak teralu besar. Kaki dan tangannya mengecil. Kini bahkan nyaris tinggal tulang belulang.

Selama tergeletak, hanya bola matanya yang bergerak ke kanan dan ke kiri. Sedangkan tubuh lainnya menempel di atas kasur, nyaris tidak bergerak.

Kondisi Deni memang sulit bergerak. Bahkan mengangkat kepala saja, Deni nyaris tak mampu.

Suparti yang menunggui di samping ranjang, sesekali menunduk. Perempuan kurus ini tampak berusaha menutupi kaki sang anak menggunakan dengan kain.

Selama ini aktivitas Deni tergantung orang lain, terutama ibundanya. Untuk makan, Deni disuapi oleh sang ibu. Begitu pun juga Deni hendak mandi dan buang air.

Dengan sekuat tenaga, Suparti menggendongnya. Membawa Deni ke kamar mandi. Hal itu rutin dilakukan setiap pagi dan sore.

"Sudah tujuh tahun seperti ini," kata Suparti kepada Surya.co.id, Sabtu (21/7/2018).

Suparti lantas mengisahkan awal mula sampai kepada kondisi Deni yang seperi saat ini. Menurutnya,

Deni lahir dalam keadaan normal. Tidak ada keganjilan sama sekali.

Sekitar umur satu tahun, Deni bisa berjalan layaknya anak kecil seusianya. Sampai ketika sekolah taman kanak-kanak (TK), dan masuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) di desanya, Deni juga normal.

Kondisi Deni mulai berubah ketika Deni menginjak kelas tiga MI. Deni jatuh sakit. Kaki Deni membentuk huruf 'X'. Sejak itu, Deni susah berjalan.

"Semakin lama, dia tak memiliki tenaga. hingga akhirnya betul-betul tidak bisa berjalan. Sampai sekarang ini hanya terbaring di tempat tidur. Sekitar tujuh tahun," ungkapnya.

Suparti sendiri tak ingin anaknya terus seperti itu. Berbagai cara telah dilakukan untuk mencari kesembuhan. Baik pengobatan medis maupun nonmedis. Namun sayang, semuanya tidak ada hasil.

Terakhir, oleh pihak RSUD Jombang, Deni dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya. Namun keluarga Suparti terbentur biaya. Maklum saja, perempuan yang sudah ditinggal suaminya yang meninggal dunia hanya bekerja menjaga toko.

Meski juga kerja sampingan sebagai tenaga pembantu rumah tangga di rumah tetangga, namun tetap saja biaya tak mencukupi.

"Untuk bolak balik ke Surabaya, saya tidak punya biaya," katanya lirih.

Kepala Desa Sentul, Sugiono membenarkan ada warganya yang menderita sakit selama tujuh tahun tersebut. Pihak desa juga sudah memberikan bantuan sedemikian rupa. Baik bantuan berupa materi maupun pengobatan saat ke RSUD Jombang.

"Namun untuk pengobatan ke rumah sakit yang fasilitasnya lebih lengkap memang belum terwujud. Karena kemampuan keuangan kami juga terbatas. Kendati begitu kami akan tetap berusaha mencarikan solusi," kata Sugiono

Penulis: Sutono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help