Berita Surabaya

Berawal dari Membatik di Atas Kaleng Kerupuk, Kreasi Eni Dipamerkan Sampai ke Belanda

Eni Anjayani tak mengira keisengannya membatik di atas kaleng kerupuk akan mendatangkan banyak perhatian dan rezeki.

Berawal dari Membatik di Atas Kaleng Kerupuk, Kreasi Eni Dipamerkan Sampai ke Belanda
SURYAOnline/Delya Octovie
Eni Anjayani 

SURYA.co.id, SURABAYA – Lulusan S1 Geografi Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini, tak mengira keisengannya membatik di atas kaleng kerupuk akan mendatangkan banyak perhatian dan rezeki.

Eni Anjayani (39) biasa membantu orang tuanya menjual batik lawasan.

Namun semakin hari, batik lawasan semakin langka, dan harganya pun kian naik.

“Ketika sudah dapat batik lawasannya yang bagus, rasanya mau menjual itu sayang,” tuturnya ketika ditemui dalam acara Artsy League, Lt 2 Pakuwon Mall Surabaya, Sabtu (21/7/2018).

Spontan, muncullah ide melukis batik di atas media yang tak biasa, yakni kaleng kerupuk.

Pemikiran Eni awalnya sederhana, yakni ingin mengabadikan motif lawasan di benda yang tampak kuno, dan khas Indonesia.

Motif kopi tutung dan tiga negeri pun ia goreskan di sembilan kaleng kerupuk, lalu diunggah di akun Facebook Wastraloka, nama usahanya.

“Saya lihat peminatnya kok banyak, setelah saya unggah, sekitar setengah jam langsung sold. Saat itu memang sedang booming orang-orang koleksi motif kopi tutung, tapi kan jarang ya yang motifnya itu di media selain kain,” jelas perempuan yang sempat bekerja sebagai editor dan penulis buku pengetahuan, sebelum akhirnya memutuskan fokus pada Wastraloka pada tahun 2017 ini.

Meski warna dan gaya melukisnya tampak khas, Eni mengaku tidak memiliki teknik tersendiri.

Ia menggunakan cat akrilik biasa, dengan warna yang ia buat tampil ‘jadul’.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help